Assalamualaikum~
Oke, setelah melihat postingan
tulisan key , gue pun tergerak buat ikutan nulis. haha. its gonna be weird story.
Pertama, Bismillah dulu~
Jadi, ajakan naik gunung ini udah lama diutarain
key dari sebelum Ramadhan.
"Nay mau naik gunung ga? Diajakin Mba Neng ke Papandayan,"
Gue iyain dan seketika excited. Wihhh, salah satu life achievment gue bakal goal nih. Hahaha #jumawa
Singkat cerita, seminggu sebelum gue naik, key hubungin gue. Gelagapan lah gue hahaha.
Gue ga ada alat-alat daki gunung sama sekali. mehhh.
Terdengar sayup-sayup suara
"Kalau daki pertama, pinjem-pinjem dulu aja alat-alatnya. Kalau ketagihan juga nanti pengen beli atau seengganya nyicil"
Akhirnya, gue hubungin Semut, yang biasa daki gunung. Dan voilaaa~
 |
| Pinjeman dari Semut |
Nah sisanya, gue hubungin temen kampus lagi. Si Bobby. Voilla~
 |
Pinjeman dari Bobby
|
Dan sisa sleeping bag akhirnya dipinjemin sama Anwar. Beserta powerbank 20000mah-nya. Hahaha. Lanjut karena mikir ini daki perdana, gue pengen abadiin ini dalam format kualitas foto dan video yang sebaik-baiknya, akhirnya pinjem Gopro dari Lumut. Gomawo semuaaanyaaa *smooch-smooch*
Nah, orang-orang yang tau gue mau naik gunung, kasih banyak banget wejangan hahaha. Malah terkesan nakut-nakutin sih. Tapi gue tau mereka kek gtu biar gue hati-hati. Secara perdana kan. ihiyyyy~
Tibalah the day, Jumat, tanggal 7-8-2015, gue ijin orang kantor buat pulang cepet tuh. Meet up di Pasar Jumat Lebak Bulus jam 9 malem. Dan gue ga ngerti lagi kenapa belum kelar packing hahaha. Buru-buru packing dianter adek gue dari Kedoya ke Lebak bulus naik motor.
Keujanan *cry*
Adek gue cuma bilang, "Belum apa-apa udah latihan fisik ya, Teh"
((latihan fisik)) #okesip
Alhamdulillah memang sudah prepare bawa raincoat atau jas hujan yang gue beli dengan harga ceban. Setelah sekian menit menunggu, akhirnya ketemu Key, Mba Neng, dan Mba Uthe. Gak lama, bis agramas tujuan Garut lewat, segeralah kita naik. Dengan posisi hujan deras dan bawaan tas rempong ini, akhirnya kita berhasil duduk.
Ketika masuk bis, gue agak terkejut. Almost penumpang bis ini emang mau naik gunung! Haha. Ini terlihat dari carrier yang mereka bawa. Di sinilah ilmu Mba Neng dilancarkan. Kata Mba Neng, its oke untuk SKSD(sok kenal sok deket) kepada semua anak gunung. Because, semua pendaki gunung adalah saudara. Dan beneranlah terjadi, Mba Neng ajak ngobrol penumpang di samping kita. Kata Mba Neng, karena kita cewe semua, siapa tau bisa dapet temen daki bareng cowo. Jadi ada yang bisa jagain kita. But, unfortunately cowo berondong mahasiswa itu tujuannya beda. Bukan Papandayan, melainkan Guntur. Gue cuma bisa bengong-bengong salut liat Mba Neng bisa seramah itu sama orang asing. Thats an awesome skill. Hihi
Setelah melewati Pasar Rebo, beberapa penumpang banyak yang naik bis ini. Dan inilah awal bertemu dengan para jejaka bageur yang akan jadi temen daki selama di Papandayan #asyique
Kenalanlah rombongan kita dengan Denish. Mereka bilang mau ke Papandayan. Tapi ga naik dari Garut, melainkan akan turun di Cileungsi lanjut naik mobil kol buntung (what i've to say? Pick up car? I dunno, i know this car as kol buntung. Haha) sampai ke Camp David. Mengingat kita hanya cewe aja, kita minta ijin boleh ikutan untuk naik kol buntung sampai Camp David. Selain bisa menghemat anggaran, bisa dapet temen daki yang *ehm* berondong-berondong lucu dengan paras yang setidaknya enak diliat. Haha. (Admit it, Nay. They are good looking)
Denish as their Captain bilang akan dirundingkan dahulu ke grupnya. Kita cuma bisa berdoa, mereka mau khilaf terima kita-kita. Haha. Dan menit-menitpun berlalu. Mereka said, YES. *Alhamdulillah*
Cerita berlanjut di post berikutnya~