Senin, 14 Desember 2015

Kartika Djoemadi dan Dunia Social Media

Korelasi kata Kartika Djoemadi dengan dunia social media terasa sangat kuat. Betapa tidak, Kartika Djoemadi adalah orang nomor wahid di perkumpulan relawan yang disebut JASMEV. Perkumpulan ini bergerak bukan hanya ketika perang social media terjadi pada Pilpres 2014 silam. Namun, JASMEV juga telah beroperasi mengusung kemenangan Jokowi-Ahok ketika maju di Pilgub Jakarta.

Tim Sosial Media Jokowi-JK Kartika Djoemadi memberikan penjelasan pada acara diskusi Perang Sosial Media. Source: jpnn.com
Bagi yang mengikuti gegap gempita Pilpres 2014 di dunia social media, siapa yang tak mengenal JASMEV(Jokowi Social Media Advanced Volunteer)? Para relawan yang berjumlah 30.000 orang dan tersebar di seluruh Indonesia ini gencar melakukan aksi kampanye di dunia social media. Dan tak bisa ditampik, banyak yang kagum dengan Mba Dee, begitu dia akrab disapa, karena bisa memanage JASMEV sebegitu hebat.

Kartika Djoemadi menegaskan, kehadiran JASMEV bukan untuk menyerang pihak lain. "Selama kampanye, kebijakan kami tidak untuk menyerang lawan-lawan politik Jokowi. Kami(JASMEV)mengklarifikasi tudingan-tudingan tentang Jokowi,"katanya.

sumber:
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Kartika_Djoemadi
2. http://klipingkartikadjoemadi.com/post/132303884961/kartika-djoemadi-jasmev-bicara-sosmed-dan-jokowi
3. http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=241606&page=3



Pengangkatan Kartika Djoemadi Murni Melalui Proses Panjang

Nama Kartika Djoemadi mencuat  di beberapa media akhir-akhir ini. Hal ini disebabkan karena pengangkatannya menjadi komisaris di salah satu anak BUMN, PT. Danareksa. Rumor beredar  adanya sistem pembagian jatah bagi para relawan Jokowi. Dan Kartika Djoemadi sebagai orang nomor satu di JASMEV (Jokowi Advanced Social Media Volunteer) pun tak luput dari pemberitaan.

Sebagai informasi, Dyah Kartika Rini Djoemadi begitu nama lengkapnya, diangkat menjadi bagian dari jajaran komisaris PT. Danareksa dengan jabatan Komisaris Independen. Hal ini sesuai dengan  Surat Keputusan No. SK-204/MBU/10/2015 tanggal 27 Oktober 2015.

Banyaknya pemberitaan negatif tersebut, akhirnya Sekretaris BUMN, Imam A Putro angkat bicara. Beliau menuturkan bahwa Kartika Djoemadi telah mengikuti rangkaian test yang panjang. Dan kandidatnya saat itu tidak sedikit. Namun nama Kartika Djoemadi lah yang terpilih untuk menduduki jabatannya yang sekarang.

"Saya lupa berapa lama waktu untuk melakukan verifikasi terhadap Bu Dyah. Seingat saya agak lama. Saya lupa ada berapa kandidat. Tapi, yang jelas Bu Dyah bukan satu-satunya. Bu Dyah ini memenuhi persyaratan untuk menjadi komisaris BUMN," katanya kepada wartawan.

Source: 
  1. http://klipingkartikadjoemadi.com/post/132304119551/kartika-djoemadi-public-lecture
  2. http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/709943-eks-relawan-jokowi-jadi-komisaris-danareksa--ini-kata-rini
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Kartika_Djoemadi 

Jumat, 11 Desember 2015

Menyoal Kartika Djoemadi Menjadi Komisaris Danareksa, What's Your Opinion?

Nama Kartika Djoemadi menyeruak kembali setelah dirinya masuk ke jajaran komisaris anak perusahaan BUMN, Danareksa. Lalu posisinya dikait-kaitkan dengan keterlibatannya dalam kampanye pilpres 2014 silam di wadah Jasmev (Jokowi Advanced Socia Media Volunteers), sehingga headline yang dipasang di berbagai media adalah Relawan Jokowi Menjadi Komisaris Danareksa. Padahal banyak sekali hal positif dari Kartika Djoemadi sehingga sangat pantas untuk menjadi bagian dari jajaran komisaris Danareksa.

Kartika Djoemadi memang mempunyai peran besar karena rela meninggalkan profesi sebagai konsultan kebijakan publik untuk menjadi panglima perang di sosial media mendukung Jokowi. Dara kelahiran 21 April ini menjadi panglima Jasmev dalam kampanye pemilihan presiden 2014. Bahkan kiprah Jasmev juga berjasa dalam pengangkatan Jokowi dan Ahok ketika menjadi Gubernur Jakarta dan Wakil Gubernur beberapa tahun silam. Sehingga Tempo memasukkan namanya dalam daftar nama Tokoh Tempo 2014.

Jasmev sebagai gerakan relawan sudah terbukti sukses menjalankan misinya. Semua ini tentu tidak terlepas dari arahannya sebagai komandan atau panglima perang. Hal ini bisa kita ambil sebagai sisi leadership yang tangguh yang dimiliki oleh Kartika Djoemadi. Bayangkan saja dengan total 30.000 relawan Jasmev yang tersebar di Indonesia, bisa dia kendalikan.

Background Kartika Djoemadi dalam dunia usaha juga tidak bisa dianggap angin lalu. Bersama kawannya, Kartika Djoemadi pernah membuat perusahaan dengan pekerjaan "Public Advocacy" untuk perusahaan swasta dan nasional. Dan tak cukup sampai di situ, Kartika Djoemadi juga berkecimpung di dunia properti. Dan aktif di berbagai organisasi seperti REI (Real Estate Indonesia), HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) dll. Dan Kartika Djoemadi tidak hanya sekedar menjadi anggota, namun menduduki posisi strategis di berbagai organisasi.

Semoga Mba Dee, begitu ia akrab dipanggil, dapat menjalankan amanah sebagai Komisaris PT. Danareksa dengan sebaik-baiknya. Amin. Lalu bagaimana pendapatmu? 
Kartika Djoemadi sebagai salah satu pegiat Kadin dan Hipmi ikut serta dalam musyawarah nasional Kadin di Bandung


Sumber: Wikipedia KlipingKartikaDjoemadi



Rabu, 09 Desember 2015

Papuaku Sayang, Papuaku Terbungkam

Di tengah gegap gempita perebutan saham Freeport yang lantang diberitakan di semua media berita, hal yang lebih memuakkan bagi warga Papua adalah terpelantingnya pembahasan RUU  Otsus Plus Papua  dalam Prolegnas(Program Legislasi Nasional)Prioritas 2015 untuk menjadikannya UU ke depannya. Pada saat sidang paripurna di DPR tanggal 9 Februari 2015, salah satu politisi dari Demokrat protes dan 'mengamuk' karena tidak masuknya RUU Otsus Plus Papua dalam Prolegnas Prioritas 2015. Padahal mayoritas fraksi telah menyatakan sepakat untuk memasukkan RUU Otsus Plus Papua dalam daftar prioritas tahun ini.

Apakah RUU Otsus Plus Papua itu?
RUU Otsus Plus Papua berisi rancangan undang-undang otonomi khusus yang apabila disahkan, maka Pemerintahan Daerah Papua dapat mengelola sumber daya alam yang lebih besar. Selain itu, dari sisi finansial Pemda Papua akan mendapatkan alokasi lebih besar yang dapat dimanfaatkan untuk kemajuan daerahnya.
Freeport di Papua

Bayangkan saja, selama bertahun-tahun, bahkan mirisnya berbelas-belas tahun, tanah Papua dikeruk kekayaan alamnya tapi tidak berdampak signifikan pada kemajuan daerahnya. Pulau Papua didaulat menjadi pulau terkaya dan termiskin dalam satu waktu. Adanya Freeport selama berbelas-belas tahun, tidak memberi kontribusi yang signifikan untuk kemajuan daerah. Padahal pendapatan Freeport pertahunnya, seperti dilansir inilahdotcom adalah Rp50T. Miris.

Pemerintah pusat seolah 'sok tahu' dengan kebutuhan bagi masyarakat Papua. Sehingga UU Otsus Papua tidak pernah berubah dari tahun 2001. Membiarkan RUU Otsus Plus Papua menjadi hal yang tidak penting untuk dibahas dan kemudian disahkan. Padahal semakin berjalannya waktu, problem yang dihadapi Pemda sudah sangat pelik dan beragam.  Ya, masyarakat Papua dibiarkan menerima keadaan dan dibungkam kebutuhannya. RIP Demokrasi.


Sumber:

Gas Energi Baik dari PGN Bikin Hemat Belanja Bulanan Rumah Tangga

Mendengar kata gas, apa yang pertama kali terlintas?
Notabene ibu rumah tangga atau yang pernah memasak, mendengar kata gas akan mengasosiasikannya dengan tabung gas untuk kompor gas. Ada yang berisi 3kg, 12 kg, bahkan 50kg.

Namun, apakah kamu tahu, jika kita bisa mengganti tabung-tabung tersebut dengan gas yang disebut energi baik? Energi baik adalah energi yang dialirkan oleh PT.PGN(Perusahaan Gas Negara) untuk kepentingan berbagai bidang. Salah satunya kebutuhan rumah tangga. Hal yang menjadikannya baik adalah selain membantu pemerintah meringankan bantuan subsidi yang tengah kita pakai dalam bentuk tabung gas 3kg, adalah penghematan uang yang signifikan!

Bukan tanpa bukti, seperti yang diberitakan melalui media Metro TV , warga Rusun Klender telah menikmati manfaat hadirnya energi baik yang dialirkan oleh PT.PGN ini. Salah satu warga bernama Anthoinette berpendapat bahwa gas PGN sangat menguntungkan bagi warga. Sebab, harga gas PGN relatif jauh lebih murah dibandingkan dengan elpiji.

"Lebih enak ini irit. Sebulan saja saya cuma(bayar) Rp30ribu sebulan, pakainya sudah banyak. Malah tidak sampai Rp30ribu, cuma Rp28ribu sekian," kata Anthoinette.

Bandingkan dengan penggunaan gas elpiji, rata-rata kebutuhan rumah tangga akan tabung gas 3kg adalah 2-3 tabung gas perbulan. (Harga tabung gas 3kg per Desember 2015 adalah Rp20ribu) yang berarti perlu uang Rp40ribu sampai Rp60ribu sesuai kebutuhan. 
Jadi, adakah keinginan untuk berpindah memakai gas energi baik dari PGN? :)

Artikel ini disumbangkan untuk situs si-nergi.id

Sumber: Metrotv , Kompas

Senin, 30 November 2015

Field Trip - Papandayan

Assalamualaikum~
Oke, setelah melihat postingan tulisan key , gue pun tergerak buat ikutan nulis. haha. its gonna be weird story.
Pertama, Bismillah dulu~

Jadi, ajakan naik gunung ini udah lama diutarain key dari sebelum Ramadhan.

"Nay mau naik gunung ga? Diajakin Mba Neng ke Papandayan,"
Gue iyain dan seketika excited. Wihhh, salah satu life achievment gue bakal goal nih. Hahaha #jumawa

Singkat cerita, seminggu sebelum gue naik, key hubungin gue. Gelagapan lah gue hahaha.
Gue ga ada alat-alat daki gunung sama sekali. mehhh.
Terdengar sayup-sayup suara
"Kalau daki pertama, pinjem-pinjem dulu aja alat-alatnya. Kalau ketagihan juga nanti pengen beli atau seengganya nyicil"
Akhirnya, gue hubungin Semut, yang biasa daki gunung. Dan voilaaa~
Pinjeman dari Semut
 Nah sisanya, gue hubungin temen kampus lagi. Si Bobby. Voilla~
Pinjeman dari Bobby



Dan sisa sleeping bag akhirnya dipinjemin sama Anwar. Beserta powerbank 20000mah-nya. Hahaha. Lanjut karena mikir ini daki perdana, gue pengen abadiin ini dalam format kualitas foto dan video yang sebaik-baiknya, akhirnya pinjem Gopro dari Lumut. Gomawo semuaaanyaaa *smooch-smooch*

Nah, orang-orang yang tau gue mau naik gunung, kasih banyak banget wejangan hahaha. Malah terkesan nakut-nakutin sih. Tapi gue tau mereka kek gtu biar gue hati-hati. Secara perdana kan. ihiyyyy~

Tibalah the day, Jumat, tanggal 7-8-2015, gue ijin orang kantor buat pulang cepet tuh. Meet up di Pasar Jumat Lebak Bulus jam 9 malem. Dan gue ga ngerti lagi kenapa belum kelar packing hahaha. Buru-buru packing dianter adek gue dari Kedoya ke Lebak bulus naik motor.
Keujanan *cry*
Adek gue cuma bilang, "Belum apa-apa udah latihan fisik ya, Teh"
((latihan fisik)) #okesip

Alhamdulillah memang sudah prepare bawa raincoat atau jas hujan yang gue beli dengan harga ceban. Setelah sekian menit menunggu, akhirnya ketemu Key, Mba Neng, dan Mba Uthe. Gak lama, bis agramas tujuan Garut lewat, segeralah kita naik. Dengan posisi hujan deras dan bawaan tas rempong ini, akhirnya kita berhasil duduk.

Ketika masuk bis, gue agak terkejut. Almost penumpang bis ini emang mau naik gunung! Haha. Ini terlihat dari carrier yang mereka bawa. Di sinilah ilmu Mba Neng dilancarkan. Kata Mba Neng, its oke untuk SKSD(sok kenal sok deket) kepada semua anak gunung. Because, semua pendaki gunung adalah saudara. Dan beneranlah terjadi, Mba Neng ajak ngobrol penumpang di samping kita. Kata Mba Neng, karena kita cewe semua, siapa tau bisa dapet temen daki bareng cowo. Jadi ada yang bisa jagain kita. But, unfortunately cowo berondong mahasiswa itu tujuannya beda. Bukan Papandayan, melainkan Guntur. Gue cuma bisa bengong-bengong salut liat Mba Neng bisa seramah itu sama orang asing. Thats an awesome skill. Hihi

Setelah melewati Pasar Rebo, beberapa penumpang banyak yang naik bis ini. Dan inilah awal bertemu dengan para jejaka bageur yang akan jadi temen daki selama di Papandayan #asyique

Kenalanlah rombongan kita dengan Denish. Mereka bilang mau ke Papandayan. Tapi ga naik dari Garut, melainkan akan turun di Cileungsi lanjut naik mobil kol buntung (what i've to say? Pick up car? I dunno, i know this car as kol buntung. Haha) sampai ke Camp David. Mengingat kita hanya cewe aja, kita minta ijin boleh ikutan untuk naik kol buntung sampai Camp David. Selain bisa menghemat anggaran, bisa dapet temen daki yang *ehm* berondong-berondong lucu dengan paras yang setidaknya enak diliat. Haha. (Admit it, Nay. They are good looking)

Denish as their Captain bilang akan dirundingkan dahulu ke grupnya. Kita cuma bisa berdoa, mereka mau khilaf terima kita-kita. Haha. Dan menit-menitpun berlalu. Mereka said, YES. *Alhamdulillah*

Cerita berlanjut di post berikutnya~

Menilik Isi Debat dalam Pilkada Jambi

Pilkada serentak yang akan digelar pada tanggal 9 Desember 2015 yang akan  datang merupakan euforia tersendiri bagi masyarakat. Suatu masa di mana para pemimpin yang akan terpilih adalah suara Tuhan. Karena suara masyarakat adalah suara Tuhan. Euforia ini juga berlangsung di Jambi.Terdapat dua calon yang akan dipilih untuk menjadi the next Gubernur Jambi.

Seperti halnya Pilkada lain, debat menjadi media di mana para masing-masing calon akan menjabarkan visi serta misinya ke depan. Beradu argumen mengenai pandangannya untuk menyikapi suatu masalah menjadi menarik untuk disimak oleh para voter. Dari jawaban yang terlontar, masyarakat akan mendapat gambaran, siapakah calon yang pantas untuk dipilih.

Berikut penulis paparkan beberapa poin isi debat yang dilontarkan oleh calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1.

1. Menyinggung soal tata pemerintahan yang baik, Hasan Basri Agus telah memimpin selama 5 tahun dan melihat bahwa masa pemerintahannya tidak lepas dari hal yang baik dan buruk. Dan masyarakat pun bisa menilai sendiri. Selama beliau memimpin, tak pernah lepas memegang komitmen bersama untuk senantiasa mengabdi untuk masyarakat. Tidak boleh serakah dan main hantam saja.

2. Tuntutan standar mutu pendidikan harus bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat(education for all), Hasan Basri Agus selama memimpin selalu memprioritaskan pendidikan untuk warganya. Terbukti sekian anak Jambi disekolahkan sampai ke jenjang pendidikan doktoral. Hasan Basri Agus meyakini, bahwa tidak akan bisa bersaing suatu daerah apabila mutu SDM-nya rendah.

3. Provinsi Jambi kaya akan peninggalan budaya. Hasan Basri Agus berbicara tentang potensi budaya, beliau mengiyakan bahwa potensi-potensi yang ada belum sepenuhnya optimal. Hal ini disebabkan karena selama beliau menjabat, masih berputar pada masalah pemenuhan kebutuhan infrastruktur guna mendukung semua kegiatan yang berlangsung di Provinsi Jambi. Namun, ke depannya beliau akan mengembangkan agar bisa dijadikan icon budaya.

Apa Alasan Memilih HBA - Edi dalam Pilkada Jambi?

Pilkada yang akan diselenggarakan tanggal 9 Desember 2015 nanti tengah gencar digaungkan kehadirannya. Tak terkecuali di Provinsi Jambi. Masyarakat Jambi dihadapkan pada dua pilihan yang sulit. Pertama melanjutkan pemerintahan sebelumnya atau menggantinya dengan calon yang tidak asing karena pernah menjadi 'artis ibukota'.

Namun, pada postingan kali ini, penulis akan menjabarkan poin-poin agar memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut satu, Hasan Basri Agus - Edi Purwanto.

1. Hasan Basri Agus adalah Gubernur Jambi sebelumnya dengan prestasi-prestasi yang membanggakan.
Selama menjabat Hasan Basri Agus menunjukan dedikasi penuh atas pengabdiannya terhadap masyarakat Jambi. Prestasi dan penghargaan yang diraih cukup fantastis selama menjabat menjadi Gubernur Jambi.

2. Edi Purwanto adalah seorang entrepreneur sukses.
Nama Edi Purwanto sebagai pengusaha sukses di telinga masyarakat Jambi bukanlah hal asing lagi. Melebarkan sayapnya di dunia percetakan dan advertising dalam CV Madani Utama membuatnya tidak jumawa.

3. Kedua calon berasal dari keluarga miskin
Di saat seseorang menapaki karir dari tangga kehidupan yang paling rendah, cenderung akan menghargai seseorang karena pernah merasakan di posisi yang sama. Merakyat akan menjadi hal yang biasa akan dilakukan kedua orang ini kelak ketika menjadi Gubernur Jambi dan Wakil Gubernur Jambi.

4. Hasan Basri Agus dan Edi Purwanto Dekat dengan Ulama dan Kiyai
Sebagai lulusan pesantren, Hasan Basri Agus memang mempunyai kedekatan khusus terhadap pesantren-pesantren yang ada di Provinsi Jambi. Ini terlihat dari berbagai pemberitaan, salah satunya dengan menghadiri acara yang dihelat di Pesantren As'ad. Tempat di mana Hasan Basri Agus pernah mengenyam pendidikan. Kultur pesantren untuk senantiasa berperilaku mulia, Hasan Basri amalkan di kehidupannya sehari-hari.

Mungkin itu saja, kalau ada alasan lain, bisa ditambahkan di kolom komentar. :)
Sumber 1
Sumber 2

Identitas Santri dalam Pilkada Jambi

Setelah diresmikannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional, makin banyaklah identitas seorang santri yang terbit di permukaan. Baik di dunia media sosial ataupun di kehidupan nyata. Makin banyak yang merasa bangga menjadi seorang santri.

Santri seringkali dikaitkan dengan seseorang yang sedang atau pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren, baik pesantren tradisional ataupun modern. Namun, sekarang kata santri tengah diperluas maknanya. Seperti yang penulis kutip di sini, bahkan seseorang bisa dikatakan santri apabila berperilaku baik jika dikategorikan sebagai santri kultural.

Melihat dari berbagai definisi santri, entah mengapa santri selalu dikaitkan dengan sesuatu yang baik. Mengingat untuk memiliki predikat santri, seseorang tengah atau pernah mengenyam pendidikan agama yang didapat dari lembaga pendidikan pondok pesantren bukanlah sesuatu yang 'biasa'. Seseorang yang pernah 'nyantri' setidaknya mempunyai pengetahuan agama yang melebihi orang yang tidak 'nyantri'. Walau tidak semua santri akan berakhir menjadi orang yang baik. Namun, terbatasnya pergaulan seorang santri, tentu akan banyak perbedaan dengan pergaulan orang yang tidak pernah jadi santri.

Hal yang menjadi menarik untuk dibahas, dalam pilkada Jambi tahun ini, terdapat calon pemimpin yang baik calon gubernur dan wakil gubernurnya merupakan santri. Pasangan Hasan Basri - Edi Purwanto. Mereka merupakan lulusan santri yang tengah bertarung untuk melenggang menjadi orang di Jambi nomor wahid.

"Saya sendiri merupakan alumnus ponpes, yakni Ponpes As'ad, Seberang Kota Jambi. Saya banyak ditempa mengenai pendidikan dan kepimpinan di ponpes. Salah satu manfaat yang saya rasakan selama mengikuti pendidikan di ponpes, yaitu pembinaan karakter dan budi pekerti. Karena itu saya tetap memberikan perhatian serius pada pembangunan ponpes," kata Hasan Basri Agus seperti dilansir di Berisatu.

Edi Purwanto menghadiri acara Haul yang digelar Ponpes Rowo Sejati, Bahar Utara, Kabupaten Muarojambi
Sedangkan Edi Purwanto merupakan masuk kategori santri kultural, walau tidak mengeyam pendidikan di pesantren, namun Edi adalah lulusan MAN Model Jambi. Di mana madrasah aliyah juga lebih menekankan pendidikan agama dibanding pendidikan ilmu umum lainnya. Tidak hanya itu, Edi Purwanto juga dekat dengan para Kyai. Ini terlihat dari banjirnya dukungan dari kalangan kyai dan santri itu sendiri. Salah satunya ketika Edi Purwanto menyambangi haul yang digelar Ponpes Rowo Sejati, Bahar Utara, Kabupaten Muarojambi tanggal 8 November 2015 silam.

Sumber 1
Sumber 2
Sumber 3

Rimbo Bujang, Basis Kemenangan HBA - Edi Purwanto




Pada tanggal 29 November 2015, HBA - Edi Purwanto menghelat kampanye akbar di Rimbo Bujang. Acara itu termasuk berhasil karena bisa menghadirkan puluhan ribu masa yang hadir. Selain dari pengurus partai koalisi baik itu partai pendukung, massa juga tidak sedikit yang berasal dari masyarakat Jambi dari seluruh penjuru provinsi.
Kampanye akbar HBA dan Edi di Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo
Kampanye akbar diselenggarakan di Rimbo Bujang bukan tanpa alasan. Pasangan nomor urut I Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi ini meyakini, daerah yang merupakan kecamatan yang paling maju di wilayah Kabupaten Tebo, dengan jumlah penduduk paling tinggi, dan tingkat pendidikan yang tinggi pula, serta merupakan tempat  Eks Lokasi Transmigrasi yang berhasil ini akan menjadi basis kemenangan mereka. Mengingat Edi Purwanto merupakan putra dari daerah transmigrasi yang sukses, maka lengkaplah sudah alasan terbaik untuk memilih tempat ini.

Selain orasi politik, HBA - Edi Purwanto terus mengingatkan agar semua lapisan masyarakat turut serta menyukseskan Pilkada yang akan digelar pada 9 Desember 2016. Mereka meminta dukungan untuk dapat dipilih agar dapat menjalankan program-program yang pro rakyat. Di antaranya  adalah agar dapat memberikan fasilitas listrik untuk semua daerah termasuk infrastruktur jalan jika terpilih nanti. 

Acara juga lantas dimeriahkan dengan hadirnya The Virgin dan Didi Kempot untuk menghibur massa yang telah ada. Acara berlangsung sangat kondusif karena selain massa yang kooperatif, juga mendapat pengaman dari aparat Polres Tebo, TNI serta tim gabungan dari Polda Jambi.
Sumber 1
Sumber 2
Sumber 3
Sumber 4
Sumber 5
Sumber 6

Senin, 23 November 2015

Atasi Calo Migas di PGN oleh Hendi Prio Santoso


Baru-baru ini santer terdengar calo mafia migas yang beredar di tubuh-tubuh badan BUMN. Kisruh pencatutan nama Presiden pun tak terelakkan. Percaloan yang terjadi telah menjadi konsumsi publik berhari-hari. Lalu apa kabar dengan PT.PGN yang dibawahi oleh Hendi Prio Santoso? Mari kita tilik bersama.
Hendi Prio Santoso. Dok google
PT. PGN adalah salah satu contoh BUMN yang senantiasa berkomitmen memberantas korupsi di perusahaannya. Ini terbukti dengan diterapkannya semangat dan nilai-nilai 'zero tolerance corruption'. Tak cukup hanya di situ, bahkan Hendi Prio Santoso selaku Direktur Utama pun menerbitkan 'kode etik karyawan' dan 'kode etik pimpinan'

Kode etik itu sendiri berisi prosedur dan peraturan interaksi antara karyawan dan pimpinan dengan para pemangku kepentingan, sehingga korupsi tidak akan pernah terjadi. Hendi Prio Santoso mengatakan, 

"Sehingga, korupsi sangat tidak mungkin terjadi di PGN. Hal ini sejalan dengan roadmap pemberantasan korupsi 2012-2013 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di mana sektor pangan, energi, dan pajak menjadi prioritasnya," jelas pria kelahiran Jakarta, 48 tahun silam ini seperti dilansir di okezone.com

Semoga apa yang telah diupayakan oleh Hendi Prio Santoso dapat berjalan dengan baik dan hendaknya menjadi contoh bagi BUMN lainnya untuk berkomitmen mengatasi calo migas yang ada. Amin.

Sumber: okezone , Rmol , sindo , beritasatu



Rabu, 11 November 2015

NasDem dari Zaman ke Zaman Membuktikan Konsistensinya

Tepat pada hari ini, tanggal 11 November 2015, Partai NasDem menginjakan kakinya di angka 4 tahun. Semangat restorasi yang digaungkan mengingatkan saya pada awal mula saya mengenal partai ini.

Beberapa tahun silam, ketika saya masih duduk di bangku perkuliahan (sampai sekarang juga masih. *cry*) tepatnya di semester 5 pada tahun 2012, melihat hebohnya perekrutan mahasiswa untuk masuk menjadi anggota gerakan Garda Pemuda NasDem. Hanya sekilas saja saya mengetahui bahwa ada ormas baru dengan tagline-nya yaitu Restorasi Indonesia.

NasDem dari Zaman ke Zaman

Berawal dari ide Surya Paloh dan Sri Sultan Hamengkubuwono X yang mencetuskan ormas ini, hingga pada tanggal 1 Februari 2010 dideklarasikan bersama 45 tokoh nasional di Istora Senayan menjadi ormas Nasional Demokrat.

Perjalanan NasDem tidaklah mulus untuk menjadi partai politik seperti sekarang. Di balik terciptanya, banyak kabar tidak menyenangkan. Mulai dari fragmen Partai Golkar, tempat di mana Surya Paloh pernah mencalonkan diri menjadi Ketua Umum Partai Golkar dan memunculkan gerakan pembanding bernama NasDem sebagai bentuk kekecewaannya karena tidak berhasil menjadi ketua umum. Dilanjutkan dengan keluarnya Sri Sultan Hamengkubuwono X yang keluar dari ormas NasDem karena bertolak belakang dengan idealismenya membentuk ormas NasDem menjadi sebuah partai politik. Lalu pembiayaan ormas yang berbuah pemecatan ratusan karyawan di Hotel Papandayan yang dia kelola.

Setahun berlalu semenjak dideklarasikannya, ormas NasDem berubah menjadi partai politik karena desakan banyak orang untuk melebarkan sayapnya merestorasi Indonesia. NasDem 'lahir' di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara pada tanggal 26 Juli 2011. Dan pada saat awal berdiri, Rio Capella ditunjuk sebagai Ketua Partai NasDem yang pertama.

Di panggung politik, NasDem sebagai partai baru terbilang sukses untuk unjuk gigi. Terbukti pada tahun 2014, NasDem mengikuti pemilu dan menempati peringkat ke-8 dengan perolehan suara 8.402.813 suara (6,7 persen) berdasarkan hasil resmi rekapitulasi perolehan suara peserta Pemilu Legislatif(Pileg)2014 oleh Ketua KPU, Husni Kamil Malik. 
Lanjut pada dinamika pemilihan presiden, Partai NasDem memantapkan langkahnya untuk bergabung bersama Koalisi Indonesia Hebat. Partai yang memakai warna biru gelap dan orange ini terus konsisten mendukung cita-cita besar calon Presiden RI pada masa itu, Jokowi - JK, menciptakan Nawacita. Sesuai dengan cita-cita besar Partai NasDem, Restorasi Indonesia.

Tak terasa umur Partai NasDem telah memasuki angka 4. Dalam pidato Surya Paloh di DPP NasDem Menteng, tanggal 11 November 2015, ia mengatakan bahwa tahun ini adalah tahun evaluasi dan intropeksi. Partai NasDem harus berbenah untuk menuju perubahan Indonesia yang lebih baik.
Mungkin ini ada kaitannya dengan kasus Rio Capella yang ramai dibicarakan media beberapa waktu silam. Sudah barang tentu, hal ini menjadi guncangan yang hebat bagi perjalanan NasDem. Namun, seperti yang sudah dikatakan, partai ini terus konsisten. Sehingga meminta Rio Capella mundur dari partai secepatnya. Ditambah, Partai NasDem mengatakan tidak akan memberikan bantuan hukum sedikitpun untuk mantan kadernya yang tersandung masalah.

Dirgahayu Partai NasDem, terus kobarkan semangat Restorasi Indonesia!


Perayaan Ultah Partai NasDem yang ke 4 Bersama Alim Ulama, 1000 Anak Yatim dan Para Kader. Sumber Foto: detik.com



Sumber: http://nasional.sindonews.com/read/1053634/13/nasdem-tak-beri-bantuan-hukum-ke-rio-capella-1444984025 , http://www.beritasatu.com/nasional/183246-nasdem-dan-ppp-bertukar-peringkat-jumlah-suara-dan-kursi.html , https://id.wikipedia.org/wiki/Nasional_Demokrat_(Indonesia) , http://news.detik.com/berita/3068361/hut-ke-4-partai-nasdem-surya-paloh-undang-1000-anak-yatim , http://news.detik.com/berita/1289921/danai-nd-surya-paloh-dikecam-karyawan-hotel-papandayan


Cara naik MRT/LRT Singapore Pakai Tiket Sekali Pakai


Tepat tanggal 6, 7, 8 November 2015 gw di Singapore. Karena jadwal yang padat dari pihak travel, akhirnya mengurungkan niat membeli STP (Singapore Tourist Pass) yang gw liat-liat di blog, pakai STP kita bebas kemana aja pakai SMRT tanpa bayar lagi. Yah kalo di Indonesia mah kalo naik Transjakarta, kita (Indonesian) pakai kartu flash BCA/Emoney Mandiri/Tapcash BNI dan semacamnya. Jadilah gw naik SMRT pake kartu sekali perjalanan.


                                                  
Standart Ticket/Single Ticket. Dok pribadi.


Nah gimana caranya? Mari simak.


1. Menuju mesin pembelian kartu. Biasanya dekat dengan gate pintu masuk.Atau kalo lihat banyak orang yang ngantri dan seperti isi ulang kartu, itu juga bisa buat beli kartu sekali pakai. Kalo ga tau juga, tanya deh sama petugas. Hehe
General Ticketing Machine. Dok google.
                                
2. Pilih bahasa. Pilihannya cuma dua. English/Malay

3. Lihat peta. Dan tunjuk stasiun apa yang ingin dituju. Jadi sudah harus digoogle jauh-jauh hari ya mau ke mana dan stasiun terdekat apa :)
    
Dok. google
                          
4. Pilih berapa banyak kartu yang kita akan beli. Satu orang satu kartu ya.
5. Setelah muncul biaya yang perlu dikeluarkan, masukin deh uang kertasnya. Nanti uangnya macem kesedot ke dalam mesin.
6. Tunggu prosesnya, kartu akan dicetak sesuai nominal harga stasiun yang akan dituju. Kembalian recehan koin juga dikembalikan oleh mesin ini. Jadi jangan buru-buru pergi hehe. Lumayan buat souvenir.
7. Tap/tempelkan  kartu tersebut di gate masuk. Jangan dibuang kartunya. Nanti dipakai lagi untuk keluar stasiun.


Sudah deh hehe. Lebih jelasnya bisa lihat video ini Selamat mencoba. 

Belanja oleh-oleh murah meriah di Singapore


Tepat tanggal 6, 7, 8 November 2015 gw di Singapura. Postingan kali ini akan lebih spesifik ngomongin belanja oleh-oleh. Hehe. Kenapa sih penting gw bahas? Karena memberi sesuatu yang mungkin ga seberapa nilainya ke orang-orang yang lw inget, akan jadi spesial moment. #ceilehh

Jadi kemarin gw cuma datengin Bugis Street dan China Town. Jadi mari kita bahas dua tempat itu.

1. Bugis street.
Bugis Street diambil dari Bugis Junction. Dok pribadi
Tempat ini memang sudah amat melegenda di beberapa postingan blog orang-orang yang sudah melancong di Singapore.  Cara menjangkau tempat ini paling enak pake SMRT. Itu lho kereta bawah tanah Singapore. Keluar tangga SMRT Bugis, kita sudah ada di dalam area Mall Bugis Junction. Keluar Bugis Junction, tinggal nyebrang deh. Dari jauh terlihat plang "Bugis Street". Tempat ini menjual berbagai macam souvenir pernak pernik berbau Singapore. Mulai dari baju, keychain atau gantungan kunci, tempelan kulkas, tote bag, tas, coklat dari berbagai merk terkenal macem nutela, hersheys, kitkat, dan lain-lain. Banyak banget penjual di sini. Cerdas-cerdaslah memilih. Semua dipukul rata. 10$ untuk 4tempelan kulkas misalnya. 10$ untuk selusin keychain. Jangan kalap ya. Hati-hati dengan barang bawaan. Beberapa toko di Bugis Street menerima rupiah. Tapi dengan rate yang jauh. Misal kemarin gw tuker di Indonesia 1$=9.700, di Bugis Street jadi 1$=10.200 hoho. Semua toko menjual dengan harga pas. Ga boleh nawar. Tapi kalo mau coba, mangga. Bawa 50$ di Bugis Street cukuplah buat oleh-oleh orang rumah, temen kantor, atau tetangga. Hehe.

2. China Town
China Town. Dok Google.
Seperti namanya, setelah keluar dari stasiun SMRT China Town, kita berasa ada di Tiongkok/China. Mulai dari arsitektur bangunan yang dijaga sedemikian rupa sampai sampai semua resto menjual chinese food. Babi di mana-mana. Hoho. Karena waktu yang sedikit, ga sempet explore lebih jauh di China Town ini. Yang bikin kaget, harga di sini jauh lebih MURAH daripada Bugis Street hahaha. Sayang uang sudah habis di Bugis Street. Hikz. Dan design tote bag juga jauh lebih beragam. Gak kayak di Bugis Street. Pokoknya beli souvenir Singapore jauh lebih murah di China Town deh. 10$ bisa dapat keychain lebih banyak daripada di Bugis Street. Hoho. Pokoknya nyesel kenapa ga ke China Town duluan *cryyyyyy*

Mungkin di bawah kolom comment ada yang mau nambahin info di mana lagi tempat yang murah? Mangga~ 

Rabu, 04 November 2015

PGN Hadir Permudah Kehidupan

PT. Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk meraih penghargaan sebagai perusahaan dengan pertumbuhan bisnis tercepat (Fastest Growing Companies) ke-10 di Asia dalam The Platts Top 250 Global Energy Company 2015.

Di beberapa portal berita ramai diposting mengenai keberadaan perusahaan negara satu ini yang telah mendapat penghargaan cukup bergengsi. Apa yang membuatnya menjadi hebat sedemikian rupa? Mari kita tilik bersama. 

PGN merupakan sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi leading sector di bidang energi alam di IndonesiaDirektur Utama PGN, Hendi Prio Santoso  mengatakan, saat ini PGN telah membangun lebih dari 6.470km jaringan pipa gas, dan melayani lebih dari 105.000 pelanggan dari berbagai segmen, mulai dari rumah tangga, transportasi, UKM, komersial, industri, dan pembangkit listrik.

Salah satu manfaat hadirnya PGN di segmen transportasi.


Dia menambahkan, penghargaan yang diberikan merupakan hasil dari kerja keras seluruh karyawan. Penghargaan ini juga menjadi bukti bahwa kinerja PGN tumbuh secara berkesinambungan yang didukung oleh fundamental bisnis yang baik. 

"Sebagai National Gas Company, PGN akan terus melakukan inisiatif dalam memperkuat ketahanan energi nasional, melalui penggunaan gas bumi di berbagai wilayah Indonesia," kata Hendi.  

PGN Hadir Permudah Kehidupan



Perlu diketahui bersama, memakai bahan bakar gas jauh lebih hemat daripada memakai bahan bakar konvensional seperti BBM. Salah satu gambaran yaitu untuk operasional Bajaj. Melalui program dengan tema "Ayo Kita Ngegas Merdeka", PGN melibatkan 700 bajaj yang  bisa dimanfaatkan gratis oleh masyarakat dan pernah penulis tulis dalam artikel berikut http://diarysocialmediaadmin.blogspot.co.id/2015/08/dianter-bajaj-gratis-berhadiah.html , PGN mengkampanyekan penggunaan gas bumi yang ramah lingkungan untuk transportasi umum. Ternyata upaya PGN direnspon positif. Banyak pengemudi bajaj yang terkumpul dalam Komunitas Bajaj Gas (Kobagas) menyadari hematnya memakai bahan bakar gas daripada BBM. “Saya langsung beralih ke gas begitu tahu kalau pakai gas bisa lebih irit ke uang bensin,” ucap Sutarman, salah satu anggota Kobagas yang mengaku jika sebelumnya mesti mengeluarkan uang sedikitnya Rp70 ribu per hari untuk bahan bakar minyak (BBM) tapi sekarang cukup mengeluarkan hanya Rp20 ribu per hari jika memakai BBG.
Selain hemat, energi yang dihasilkan oleh PGN bisa kita sebut dengan energi baik. Kenapa energi baik? Ya, energi ini adalah energi yang ramah lingkungan. Emisi karbon yang dikeluarkan tidak sebanyak apabila memakai bahan bakar minyak pada umumnya. Komposisi BBG sebagian besar terdiri dari gas metana dan etana kurang lebih 90% dan selebihnya adalah gas propana, butana, nitrogenm dan karbondioksida. BBG lebih ringan dari udara dengan berat sekitar 0,6036 dan mempunyai nilai oktan 120. Bandingkan dengan BBM yang banyak orang pakai. Nilai oktan berada di angka 100 ke bawah. BBG cenderung lebih baik.

The last but not least, energi baik ini bebas subsidi! Kita secara tidak langsung membantu meringankan beban pemerintah untuk tidak memakai bahan bakar yang tidak bersubsidi. Very win win solution! 

See? Besar peranan PGN untuk mempermudah kehidupan kita, bukan? :) Congratulation once again PGN. You deserve that.
Artikel ini disumbangkan untuk situs si-nergi.id

Sumber: BUMN Insight , Antara News , Tribun News , Bahan Bakar Gas , Otomotif Net 





Kamis, 29 Oktober 2015

Edi Purwanto Galang Dukungan dari Masyarakat di Daerah Transmigrasi Jambi

Berangkat dari latar belakang yang sama, Edi Purwanto adalah tokoh mudah Jawa yang lahir dan dibesarkan di Jambi. Sehingga Edi Purwanto pun turut serta merangkul para masyarakat yang juga merupakan masyarakat transmigrasi dari berbagai daerah di Jambi.

Terlihat dari dukungan masyarakat yang mayoritas dari daerah transmigrasi, di antaranya berasal  dari warga Dusun Kebon Agung, Kecamatan Agung, Kecamatan Senyeran, Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan warga Desa Rawamedang, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjabbar.

Dukungan tersebut didapat bukan dengan cuma-cuma. Edi Purwanto  giat 'blusukan' dalam rangka silaturrahim serta menyerap aspirasi warga di daerah-daerah yang sulit dicapai oleh kendaraan roda empat. Bahkan, Edi Purwanto rela naik turun motor maupun menyeberangi sungai dengan perahu kecil. Kondisi inilah yang membuat warga menjadi terharu.


"Sebagai orang yang lahir dari daerah transmigrasi, saya akan selalu berjuang untuk masyarakat, terlebih untuk pelosok yang masih banyak kekurangan," ungkap Edi Purwanto.


Maju di Pilgub Jambi, Warga Rawamedang Doakan EP
Sumber 1
Sumber 2
Sumber 3

Tanggap Bencana Asap, Nasdem Kirim Relawan Kesehatan

Tanggap melawan kabut asap, Partai NasDem mengirim 1.600 relawan medis bernama Gerakan Melawan Asap (GEMAS). Relawan ini nantinya akan bertugas selama dua bulan untuk memberi bantuan berupa obat-obatan dan medis.

Pada tanggal 28 Oktober 2015, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, bertempat di DPP Partai NasDem di Menteng Dalam,  Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh melepas relawan Gerakan Melawan Asap (Gemas) ke empat provinsi terdampak kebakaran hutan. Sebanyak 200 relawan yang tergabung dalam gelombang pertama dilepas.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menegaskan, kegiatan kemanusiaan ini merupakan bentuk solidaritas. Mereka akan disebar ke pelbagai provinsi terkena kabut asap, di antaranya Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam sambutannya Surya Paloh mengatakan, kegiatan ini adalah bentuk solidaritas Partai NasDem terhadap warga sebangsa yang dilanda bencana kabut asap di Sumatra dan Kalimantan. 


Para Relawan terdiri dari para dokter, perawat dan bidan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Relawan GEMAS akan ditargetkan memberi pelayanan 1.000 pasien perharinya dengan memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat. 
Surya Paloh Melepas Relawan GEMAS
Sumber 1
Sumber 2
Sumber 3


Rabu, 28 Oktober 2015

Edi Purwanto Sadar Potensi Pemuda untuk Bangun Jambi

Indahnya dunia ini jika pemuda masih tahu perjuangan! -Pramoedya Ananta Toer-


Rasa-rasanya kata-kata Pram di atas seolah menampar para pemuda bahwa perjuangan dari para pemuda tidaklah pernah usai. Siapa yang tidak mencintai keindahan? Jawabannya tidak ada.

Lalu, siapa yang bisa dikatakan dengan pemuda?

Secara internasional, WHO menyebut sebagai” young people” dengan batas usia 10-24 tahun, sedangkan usia 10-19 tahun disebut ”adolescenea” atau remaja. International Youth Year yang diselenggarakan tahun 1985, mendefinisikan penduduk berusia 15-24 tahun sebagai kelompok pemuda. Sedangkan menurut draft RUU Kepemudaan, pemuda adalah mereka yang berusia antara 18 hingga 35 tahun. Dan dari definisi di atas dapat kita sebut bahwa pemuda adalah mereka yang berada pada rentang usia produktif.

Pada kesempatan kali ini, perkenankan saya mengenalkan salah satu pemuda terbaik kepunyaan Indonesia yang tengah bersiap-siap berjuang demi perubahan Jambi yang lebih baik. Maju menjadi Wakil Gubernur bersama Hasan Basri Agus, inilah Edi Purwanto. 



Hasan Basri Agus dan Edi Purwanto

Edi Purwanto lahir di Batu Putih4 Juli 1980; politikus berumur 35 tahun yang berangkat dari Partai PDIP ini mengetahui betul bahwa pemuda adalah ujung tombak perjuangan. Sehingga pada bulan September silam, Edi Purwanto  melakukan salah satu langkah sebagai bentuk konkrit mengajak para pemuda untuk memberi kontribusinya menuju Jambi yang lebih baik. Edi Purwanto pun mengajak diskusi terbuka sekaligus bersilaturrahim kepada para mahasiswa dan alumni mahasiswa yang terkumpul dalam organisasi HMI dan PMII yang diselenggarakan di Kafe Mini Sungai Penuh.

Melihat jejaknya, HMI dan PMII bukanlah organisasi yang pantas dianggap remeh. Para kadernya telah melewati berbagai proses untuk menjadi kader perubahan di bawah naungan HMI dan PMII.

Pada kesempatan kali itu, Edi Purwanto dan kawan-kawan dari HMI dan PMII mendapat beberapa poin  strategis demi pembangunan Jambi ke depannya. Poin-poin tersebut di antara lain: Pertama mensolidkan team internal partai, kedua melihat kondisi real masyarakat yang akan menjadi kajian untuk membuat formulasi rumusan bagaimana menangani dan memimpin kondisi yang ada di masyarakat, ketiga melihat basis-basis di setiap tempat yang dikunjungi untuk menjalin komunikasi yang efektif agar tidak ada jarak antara pemimpin dengan rakyat.

Sumber 1
Sumber 2
Sumber 3


Selasa, 25 Agustus 2015

Dukungan Mengalir Deras untuk Hasan Basri - Edi Purwanto

Meski perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub)  Jambi akan digelar Desember 2015 mendatang, namun diprediksi hanya dua kandidat saja yang akan bertarung. Mereka adalah calon incumbent Hasan Basri Agus (HBA) dan sang penantang yang juga Bupati Tanjab Timur Zumi Zola.Hingga saat ini, selain dukungan dan juga deklarasi terus terlihat kepada Hasan Basri Agus untuk kembali memimpin Provinsi Jambi yang kedua kalinya. Alasan meminta HBA kembali tampil dipemilihan kepala daerah (pilkada) yang diselenggarakan secara serentak 2015 tahun ini lantaran banyak capain program keberhasilan yang dilakukan HBA selama menjabat Gubernur.

Jika melihat dari dukungan para bupati, calon incumbent HBA akan mendapat dukungan penuh dari Bupati Muaro Jambi Burhanuddin Mahir, Bupati Bungo Sudirman Zaini dan Walikota Sungai Penuh Asafri Jaya Bakri (AJB) yang notabenenya ketiganya merupakan ketua DPD Demokrat di masing-masing kabupaten itu. Di luar tiga nama ini, masih ada nama Bupati Kerinci Adi Rozal dan Bupati Merangin Al Haris. Meski belum menyatakan dukungannya, namun Adi Rozal   lebih condong mendukung HBA karena saat Pilkada Kerinci beberapa waktu lalu, Adi Rozal didukung Demokrat, sedangkan Al Haris sudah bisa dipastikan mendukung HBA karena kedekatan emosional.

HBA memilih Edi Purwanto jelas memiliki alasan yang kuat. Dengan Edi Purwanto yang merupakan kader PDIP, dan PDIP merupakan partai pemenang Pemilu, dan untuk membangun Provinsi Jambi menurutnya perlu dukungan dari partai penguasa.
"Untuk bangun Jambi kita butuh partai penguasa yakni PDIP, saya juga sudah lapor ke Pak SBY (Ketua Umum Partai Demokrat) ingin koalisasi dengan PDIP, dan PDIP setuju asal wakil gubernur dari PDIP dan saya sudah cerita dengan Pak Fachrori posisinya begini," sebutnya.

Didukung oleh 3 Presiden RI, 
Selain dari masyarakat Jambi, pasangan HBA - Edi Purwanto didukung oleh 3 Presiden RI, yaitu Presiden ke-5 Megawati Soekarno Putri, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 Jokowi.

Tidak hanya itu, pasangan ini juga berhasil menyatukan sejumlah tokoh nasional termasuk di dalamnya, Megawati, SBY, Jokowi, Prabowo Subianto yang merupakan Ketua DPP Gerindra. Lalu ada Presiden PKS Anis Matta.

sumber 1
sumber 2
sumber 3

Minggu, 23 Agustus 2015

Hasan Basri Agus, si Incumbent Menuju Jambi Satu

Tahun 2015 dicanangkan sebagai tahun di mana Pilkada akan diselenggarakan serentak di berbagai wilayah di Indonesia. Tak luput, Jambi salah satunya. 

Menilik suasana politis yang ada di sana, menjadi menarik untuk diperbincangkan. Dua poros utama politik Jambi yang saat ini tengah menjadi buah bibir adalah Hasan Basri Agus (HBA) dan Zumi Zola Zulkifli (ZZZ). 

Betapa tidak, HBA merupakan incumbent yang sarat pengalaman, baik di pemerintahan maupun politik. HBA adalah santri yang menjadi Camat, Sekda, Bupati, dan saat ini menjabat Gubernur Jambi.
Sementara ZZZ yang banyak orang lain ketahui adalah seseorang yang pernah merambah di dunia keartisan. Dan pernah menjabat sebagai Bupati Tanjung Jabung Timur. Ayahnya, Zulkifli Nurdin adalah Gubernur Jambi dua periode.

Jika melihat apa yang telah HBA lakukan terhadap Jambi, sudah sangat dikenal dengan gaya kepimpinannya yang mengayomi. Terbukti dengan berbagai program kerja yang sangat pro rakyat, ia wujudkan.
Sebut saja salah satunya, Jambi telah lima kali berturut-turut meraih Sikompak Award, sebagai penghargaan tertinggi dalam PNPM Mandiri Perdesaan. Penilaian pelaku PNPM Mandiri Perdesaan terbaik tingkat Nasional itu dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri untuk memberikan apresiasi dan motivasi kepada orang-orang yang telah menunjukkan prestasi dan dedikasi tinggi dalam pengelolaan PNPM Mandiri Perdesaan. Penghargaan Sikompak Award diberikan kepada lembaga, pelaku dan pembina PNPM Mandiri Perdesaan terbaik nasional untuk kategori Unit Pengelola Kegiatan (UPK), Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), Pendamping Lokal (PL) dan Perencanaan Pembangunan Desa (PPD), Desa Terbaik Dalam Pemeliharaan, serta Fasilitator Kecamatan (FK/FT)Dan masih banyak prestasi yang telah HBA toreh untuk kesejahteraan rakyat Jambi. 

sumber 1
sumber 2

Kamis, 20 Agustus 2015

Si Santri Melenggang untuk Jambi 2 Periode.

Menarik untuk dibahas yaitu background HBA semasa sekolah yang pernah nyantri, yaitu mengenyam pendidikan MTs nya di Pesantren As'ad Olak Kemang Jambi pada tahun 1975. Sedikit banyak mempengaruhi gaya kepemimpinan serta kebijakan yang ada di Jambi.

Semasa menjabat, HBA meminta pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Jambi memperhatikan lebih serius pondok pesantren (ponpes) di daerah masing-masing agar ponpes tidak sampai tutup. Ponpes yang berada terpencil di daerah-daerah pedesaan di setiap kabupaten perlu terus diberdayakan sebagai salah satu upaya mengatasi keterbelakangan anak-anak atau generasi muda di pedesaan.


HBA menyatakan bahwa agama dan ulama sangat berperan penting dalam membangun kehidupan masyarakat serta menjadi partner abadi pemerintah dalam membangun Provinsi Jambi.


"Saya sendiri merupakan alumnus ponpes, yakni Ponpes As'ad, Seberang Kota Jambi. Saya banyak ditempa mengenai pendidikan dan kepemimpinan di ponpes. Salah satu manfaat yang saya rasakan selama mengukuti pendidikan di ponpes, yaitu pembinaan karakter dan budi pekerti. Karena itu saya tetap memberikan perhatian serius pada pembangunan ponpes," katanya.
Banyak sudah pesantren yang telah dibantu HBA melalui dana APBD maupun sumbangan pribadi, "Pengajian dan pesantren kita bantu,” jelas HBA.


sumber  1
sumber 2
sumber 3

Kamis, 13 Agustus 2015

Dianter Bajaj Gratis + Berhadiah!!!

Kapan lagi bisa dianter kemana pun pakai bajaj biru plus dapet uang!

Yak kali ini, ada info menarik dari PGN, di mana bajaj-bajaj biru yang bertanda khusus dan tersebar di beberapa tempat di Jakarta, seperti di Jakarta Pusat, Barat, Utara dan Timur akan memberi peluang kamu untuk mendapatkan uang ratusan ribu hingga jutaan rupiah!
Apa dan bagaimana? Yuk check!

Sebelumnya sudah dengar belum Perusahaan Gas Negara? Kalo udah biasa naik Transjakarta yang notabene pakai bahan bakar gas, pasti pernah liat lambang ini. 











PGN merupakan perusahaan yang bergerak di bidang transportasi dan distribusi gas bumi, yang menghubungkan pasokan gas bumi Indonesia dengan konsumen di seluruh penjuru nusantara.

Eits, ini bukan perusahaan gas yang memproduksi tabung gas yang ada di dapur kita ya hehe. PGN tidak sama dengan Elpiji.

Terus gas macam apa yang dikeluarkan oleh PGN ini? 

Gas yang dihasilkan oleh PGN ini bisa kita sebut energi baik, karena selain ramah lingkungan, kita juga secara tidak langsung membantu meringankan beban pemerintah untuk tidak memakai bahan bakar yang tidak bersubsidi! Keren kan! Hehehe

Selain SPBU, Transjakarta dan bajaj biru, PGN as energi baik gas bumi juga dapat dipakai untuk banyak sektor kehidupan. Kalau kalian pernah liat pipa kuning di mall, restaurant, rumah sakit atau bahkan lingkungan tempat kamu tinggal, nah itu adalah pipa gas milik PGN yang menyalurkan gas bumi. Dan gas bumi juga bisa dipakai dalam industri, selain itu berguna juga sebagai energi di pembangkit listrik. Kebayang kan betapa baiknya energi baik yang ada di PGN ini! 

Terus hadiahnya mana? Yang bisa dapet ratusan ribu dan jutaan rupiah itu? 
Hehe, intro dulu lah!
Nah dalam rangka merayakan Dirgahayu Indonesia yang ke-70 tahun, pada tanggal 17 Agustus nanti. PGN ikut turut menyambut kemerdekaan RI sekaligus merayakan 50 tahun PGN dengan mengadakan promo “Ayo Kita ngeGas, Promo Merdeka” agar semua orang bisa turut menikmati energi baik kemerdekaan.

Caranya? 
1. Cari dan naik Bajaj biru bertanda khusus, tersedia 700 bajaj gratis selama 7 hari dari 15 – 21 Agustus 2015, mulai jam 7 pagi – 5 sore, di wilayah Jakarta Pusat, Barat, Timur, dan Utara.
2. Posting pengalaman seru naik bajaj gas dalam bentuk foto atau cerita di media sosial (fb, instagram, path, twitter) dengan menyertakan hashtag #PGN dan #EnergiBaik.
Atau screen capture hasil postingan, email ke: ayokitangegas@pgn.co.id

*periode promo, mulai 15 – 21 Agustus 2015
*Syarat & ketentuan berlaku

Hadiahnya?
Kategori Foto: 
17 Pemenang Pertama   : Rp.1Juta
8 Pemenang Kedua        : Rp.750ribu
45 Pemenang Ketiga      : Rp.500ribu

Kategori Status Tulisan
17 Pemenang Pertama   : Rp.1Juta
8 Pemenang Kedua        : Rp.750ribu
45 Pemenang Ketiga      : Rp.500ribu
Lumayannnn kan ... ???? 

 info lengkap di www.pgn.co.id Atau www.energibaik.com

Tuh gampang banget kan!!! Dont miss it ya guysss ^^