Senin, 30 November 2015

Menilik Isi Debat dalam Pilkada Jambi

Pilkada serentak yang akan digelar pada tanggal 9 Desember 2015 yang akan  datang merupakan euforia tersendiri bagi masyarakat. Suatu masa di mana para pemimpin yang akan terpilih adalah suara Tuhan. Karena suara masyarakat adalah suara Tuhan. Euforia ini juga berlangsung di Jambi.Terdapat dua calon yang akan dipilih untuk menjadi the next Gubernur Jambi.

Seperti halnya Pilkada lain, debat menjadi media di mana para masing-masing calon akan menjabarkan visi serta misinya ke depan. Beradu argumen mengenai pandangannya untuk menyikapi suatu masalah menjadi menarik untuk disimak oleh para voter. Dari jawaban yang terlontar, masyarakat akan mendapat gambaran, siapakah calon yang pantas untuk dipilih.

Berikut penulis paparkan beberapa poin isi debat yang dilontarkan oleh calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1.

1. Menyinggung soal tata pemerintahan yang baik, Hasan Basri Agus telah memimpin selama 5 tahun dan melihat bahwa masa pemerintahannya tidak lepas dari hal yang baik dan buruk. Dan masyarakat pun bisa menilai sendiri. Selama beliau memimpin, tak pernah lepas memegang komitmen bersama untuk senantiasa mengabdi untuk masyarakat. Tidak boleh serakah dan main hantam saja.

2. Tuntutan standar mutu pendidikan harus bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat(education for all), Hasan Basri Agus selama memimpin selalu memprioritaskan pendidikan untuk warganya. Terbukti sekian anak Jambi disekolahkan sampai ke jenjang pendidikan doktoral. Hasan Basri Agus meyakini, bahwa tidak akan bisa bersaing suatu daerah apabila mutu SDM-nya rendah.

3. Provinsi Jambi kaya akan peninggalan budaya. Hasan Basri Agus berbicara tentang potensi budaya, beliau mengiyakan bahwa potensi-potensi yang ada belum sepenuhnya optimal. Hal ini disebabkan karena selama beliau menjabat, masih berputar pada masalah pemenuhan kebutuhan infrastruktur guna mendukung semua kegiatan yang berlangsung di Provinsi Jambi. Namun, ke depannya beliau akan mengembangkan agar bisa dijadikan icon budaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar