Senin, 30 November 2015

Field Trip - Papandayan

Assalamualaikum~
Oke, setelah melihat postingan tulisan key , gue pun tergerak buat ikutan nulis. haha. its gonna be weird story.
Pertama, Bismillah dulu~

Jadi, ajakan naik gunung ini udah lama diutarain key dari sebelum Ramadhan.

"Nay mau naik gunung ga? Diajakin Mba Neng ke Papandayan,"
Gue iyain dan seketika excited. Wihhh, salah satu life achievment gue bakal goal nih. Hahaha #jumawa

Singkat cerita, seminggu sebelum gue naik, key hubungin gue. Gelagapan lah gue hahaha.
Gue ga ada alat-alat daki gunung sama sekali. mehhh.
Terdengar sayup-sayup suara
"Kalau daki pertama, pinjem-pinjem dulu aja alat-alatnya. Kalau ketagihan juga nanti pengen beli atau seengganya nyicil"
Akhirnya, gue hubungin Semut, yang biasa daki gunung. Dan voilaaa~
Pinjeman dari Semut
 Nah sisanya, gue hubungin temen kampus lagi. Si Bobby. Voilla~
Pinjeman dari Bobby



Dan sisa sleeping bag akhirnya dipinjemin sama Anwar. Beserta powerbank 20000mah-nya. Hahaha. Lanjut karena mikir ini daki perdana, gue pengen abadiin ini dalam format kualitas foto dan video yang sebaik-baiknya, akhirnya pinjem Gopro dari Lumut. Gomawo semuaaanyaaa *smooch-smooch*

Nah, orang-orang yang tau gue mau naik gunung, kasih banyak banget wejangan hahaha. Malah terkesan nakut-nakutin sih. Tapi gue tau mereka kek gtu biar gue hati-hati. Secara perdana kan. ihiyyyy~

Tibalah the day, Jumat, tanggal 7-8-2015, gue ijin orang kantor buat pulang cepet tuh. Meet up di Pasar Jumat Lebak Bulus jam 9 malem. Dan gue ga ngerti lagi kenapa belum kelar packing hahaha. Buru-buru packing dianter adek gue dari Kedoya ke Lebak bulus naik motor.
Keujanan *cry*
Adek gue cuma bilang, "Belum apa-apa udah latihan fisik ya, Teh"
((latihan fisik)) #okesip

Alhamdulillah memang sudah prepare bawa raincoat atau jas hujan yang gue beli dengan harga ceban. Setelah sekian menit menunggu, akhirnya ketemu Key, Mba Neng, dan Mba Uthe. Gak lama, bis agramas tujuan Garut lewat, segeralah kita naik. Dengan posisi hujan deras dan bawaan tas rempong ini, akhirnya kita berhasil duduk.

Ketika masuk bis, gue agak terkejut. Almost penumpang bis ini emang mau naik gunung! Haha. Ini terlihat dari carrier yang mereka bawa. Di sinilah ilmu Mba Neng dilancarkan. Kata Mba Neng, its oke untuk SKSD(sok kenal sok deket) kepada semua anak gunung. Because, semua pendaki gunung adalah saudara. Dan beneranlah terjadi, Mba Neng ajak ngobrol penumpang di samping kita. Kata Mba Neng, karena kita cewe semua, siapa tau bisa dapet temen daki bareng cowo. Jadi ada yang bisa jagain kita. But, unfortunately cowo berondong mahasiswa itu tujuannya beda. Bukan Papandayan, melainkan Guntur. Gue cuma bisa bengong-bengong salut liat Mba Neng bisa seramah itu sama orang asing. Thats an awesome skill. Hihi

Setelah melewati Pasar Rebo, beberapa penumpang banyak yang naik bis ini. Dan inilah awal bertemu dengan para jejaka bageur yang akan jadi temen daki selama di Papandayan #asyique

Kenalanlah rombongan kita dengan Denish. Mereka bilang mau ke Papandayan. Tapi ga naik dari Garut, melainkan akan turun di Cileungsi lanjut naik mobil kol buntung (what i've to say? Pick up car? I dunno, i know this car as kol buntung. Haha) sampai ke Camp David. Mengingat kita hanya cewe aja, kita minta ijin boleh ikutan untuk naik kol buntung sampai Camp David. Selain bisa menghemat anggaran, bisa dapet temen daki yang *ehm* berondong-berondong lucu dengan paras yang setidaknya enak diliat. Haha. (Admit it, Nay. They are good looking)

Denish as their Captain bilang akan dirundingkan dahulu ke grupnya. Kita cuma bisa berdoa, mereka mau khilaf terima kita-kita. Haha. Dan menit-menitpun berlalu. Mereka said, YES. *Alhamdulillah*

Cerita berlanjut di post berikutnya~

Menilik Isi Debat dalam Pilkada Jambi

Pilkada serentak yang akan digelar pada tanggal 9 Desember 2015 yang akan  datang merupakan euforia tersendiri bagi masyarakat. Suatu masa di mana para pemimpin yang akan terpilih adalah suara Tuhan. Karena suara masyarakat adalah suara Tuhan. Euforia ini juga berlangsung di Jambi.Terdapat dua calon yang akan dipilih untuk menjadi the next Gubernur Jambi.

Seperti halnya Pilkada lain, debat menjadi media di mana para masing-masing calon akan menjabarkan visi serta misinya ke depan. Beradu argumen mengenai pandangannya untuk menyikapi suatu masalah menjadi menarik untuk disimak oleh para voter. Dari jawaban yang terlontar, masyarakat akan mendapat gambaran, siapakah calon yang pantas untuk dipilih.

Berikut penulis paparkan beberapa poin isi debat yang dilontarkan oleh calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1.

1. Menyinggung soal tata pemerintahan yang baik, Hasan Basri Agus telah memimpin selama 5 tahun dan melihat bahwa masa pemerintahannya tidak lepas dari hal yang baik dan buruk. Dan masyarakat pun bisa menilai sendiri. Selama beliau memimpin, tak pernah lepas memegang komitmen bersama untuk senantiasa mengabdi untuk masyarakat. Tidak boleh serakah dan main hantam saja.

2. Tuntutan standar mutu pendidikan harus bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat(education for all), Hasan Basri Agus selama memimpin selalu memprioritaskan pendidikan untuk warganya. Terbukti sekian anak Jambi disekolahkan sampai ke jenjang pendidikan doktoral. Hasan Basri Agus meyakini, bahwa tidak akan bisa bersaing suatu daerah apabila mutu SDM-nya rendah.

3. Provinsi Jambi kaya akan peninggalan budaya. Hasan Basri Agus berbicara tentang potensi budaya, beliau mengiyakan bahwa potensi-potensi yang ada belum sepenuhnya optimal. Hal ini disebabkan karena selama beliau menjabat, masih berputar pada masalah pemenuhan kebutuhan infrastruktur guna mendukung semua kegiatan yang berlangsung di Provinsi Jambi. Namun, ke depannya beliau akan mengembangkan agar bisa dijadikan icon budaya.

Apa Alasan Memilih HBA - Edi dalam Pilkada Jambi?

Pilkada yang akan diselenggarakan tanggal 9 Desember 2015 nanti tengah gencar digaungkan kehadirannya. Tak terkecuali di Provinsi Jambi. Masyarakat Jambi dihadapkan pada dua pilihan yang sulit. Pertama melanjutkan pemerintahan sebelumnya atau menggantinya dengan calon yang tidak asing karena pernah menjadi 'artis ibukota'.

Namun, pada postingan kali ini, penulis akan menjabarkan poin-poin agar memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut satu, Hasan Basri Agus - Edi Purwanto.

1. Hasan Basri Agus adalah Gubernur Jambi sebelumnya dengan prestasi-prestasi yang membanggakan.
Selama menjabat Hasan Basri Agus menunjukan dedikasi penuh atas pengabdiannya terhadap masyarakat Jambi. Prestasi dan penghargaan yang diraih cukup fantastis selama menjabat menjadi Gubernur Jambi.

2. Edi Purwanto adalah seorang entrepreneur sukses.
Nama Edi Purwanto sebagai pengusaha sukses di telinga masyarakat Jambi bukanlah hal asing lagi. Melebarkan sayapnya di dunia percetakan dan advertising dalam CV Madani Utama membuatnya tidak jumawa.

3. Kedua calon berasal dari keluarga miskin
Di saat seseorang menapaki karir dari tangga kehidupan yang paling rendah, cenderung akan menghargai seseorang karena pernah merasakan di posisi yang sama. Merakyat akan menjadi hal yang biasa akan dilakukan kedua orang ini kelak ketika menjadi Gubernur Jambi dan Wakil Gubernur Jambi.

4. Hasan Basri Agus dan Edi Purwanto Dekat dengan Ulama dan Kiyai
Sebagai lulusan pesantren, Hasan Basri Agus memang mempunyai kedekatan khusus terhadap pesantren-pesantren yang ada di Provinsi Jambi. Ini terlihat dari berbagai pemberitaan, salah satunya dengan menghadiri acara yang dihelat di Pesantren As'ad. Tempat di mana Hasan Basri Agus pernah mengenyam pendidikan. Kultur pesantren untuk senantiasa berperilaku mulia, Hasan Basri amalkan di kehidupannya sehari-hari.

Mungkin itu saja, kalau ada alasan lain, bisa ditambahkan di kolom komentar. :)
Sumber 1
Sumber 2

Identitas Santri dalam Pilkada Jambi

Setelah diresmikannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional, makin banyaklah identitas seorang santri yang terbit di permukaan. Baik di dunia media sosial ataupun di kehidupan nyata. Makin banyak yang merasa bangga menjadi seorang santri.

Santri seringkali dikaitkan dengan seseorang yang sedang atau pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren, baik pesantren tradisional ataupun modern. Namun, sekarang kata santri tengah diperluas maknanya. Seperti yang penulis kutip di sini, bahkan seseorang bisa dikatakan santri apabila berperilaku baik jika dikategorikan sebagai santri kultural.

Melihat dari berbagai definisi santri, entah mengapa santri selalu dikaitkan dengan sesuatu yang baik. Mengingat untuk memiliki predikat santri, seseorang tengah atau pernah mengenyam pendidikan agama yang didapat dari lembaga pendidikan pondok pesantren bukanlah sesuatu yang 'biasa'. Seseorang yang pernah 'nyantri' setidaknya mempunyai pengetahuan agama yang melebihi orang yang tidak 'nyantri'. Walau tidak semua santri akan berakhir menjadi orang yang baik. Namun, terbatasnya pergaulan seorang santri, tentu akan banyak perbedaan dengan pergaulan orang yang tidak pernah jadi santri.

Hal yang menjadi menarik untuk dibahas, dalam pilkada Jambi tahun ini, terdapat calon pemimpin yang baik calon gubernur dan wakil gubernurnya merupakan santri. Pasangan Hasan Basri - Edi Purwanto. Mereka merupakan lulusan santri yang tengah bertarung untuk melenggang menjadi orang di Jambi nomor wahid.

"Saya sendiri merupakan alumnus ponpes, yakni Ponpes As'ad, Seberang Kota Jambi. Saya banyak ditempa mengenai pendidikan dan kepimpinan di ponpes. Salah satu manfaat yang saya rasakan selama mengikuti pendidikan di ponpes, yaitu pembinaan karakter dan budi pekerti. Karena itu saya tetap memberikan perhatian serius pada pembangunan ponpes," kata Hasan Basri Agus seperti dilansir di Berisatu.

Edi Purwanto menghadiri acara Haul yang digelar Ponpes Rowo Sejati, Bahar Utara, Kabupaten Muarojambi
Sedangkan Edi Purwanto merupakan masuk kategori santri kultural, walau tidak mengeyam pendidikan di pesantren, namun Edi adalah lulusan MAN Model Jambi. Di mana madrasah aliyah juga lebih menekankan pendidikan agama dibanding pendidikan ilmu umum lainnya. Tidak hanya itu, Edi Purwanto juga dekat dengan para Kyai. Ini terlihat dari banjirnya dukungan dari kalangan kyai dan santri itu sendiri. Salah satunya ketika Edi Purwanto menyambangi haul yang digelar Ponpes Rowo Sejati, Bahar Utara, Kabupaten Muarojambi tanggal 8 November 2015 silam.

Sumber 1
Sumber 2
Sumber 3

Rimbo Bujang, Basis Kemenangan HBA - Edi Purwanto




Pada tanggal 29 November 2015, HBA - Edi Purwanto menghelat kampanye akbar di Rimbo Bujang. Acara itu termasuk berhasil karena bisa menghadirkan puluhan ribu masa yang hadir. Selain dari pengurus partai koalisi baik itu partai pendukung, massa juga tidak sedikit yang berasal dari masyarakat Jambi dari seluruh penjuru provinsi.
Kampanye akbar HBA dan Edi di Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo
Kampanye akbar diselenggarakan di Rimbo Bujang bukan tanpa alasan. Pasangan nomor urut I Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi ini meyakini, daerah yang merupakan kecamatan yang paling maju di wilayah Kabupaten Tebo, dengan jumlah penduduk paling tinggi, dan tingkat pendidikan yang tinggi pula, serta merupakan tempat  Eks Lokasi Transmigrasi yang berhasil ini akan menjadi basis kemenangan mereka. Mengingat Edi Purwanto merupakan putra dari daerah transmigrasi yang sukses, maka lengkaplah sudah alasan terbaik untuk memilih tempat ini.

Selain orasi politik, HBA - Edi Purwanto terus mengingatkan agar semua lapisan masyarakat turut serta menyukseskan Pilkada yang akan digelar pada 9 Desember 2016. Mereka meminta dukungan untuk dapat dipilih agar dapat menjalankan program-program yang pro rakyat. Di antaranya  adalah agar dapat memberikan fasilitas listrik untuk semua daerah termasuk infrastruktur jalan jika terpilih nanti. 

Acara juga lantas dimeriahkan dengan hadirnya The Virgin dan Didi Kempot untuk menghibur massa yang telah ada. Acara berlangsung sangat kondusif karena selain massa yang kooperatif, juga mendapat pengaman dari aparat Polres Tebo, TNI serta tim gabungan dari Polda Jambi.
Sumber 1
Sumber 2
Sumber 3
Sumber 4
Sumber 5
Sumber 6

Senin, 23 November 2015

Atasi Calo Migas di PGN oleh Hendi Prio Santoso


Baru-baru ini santer terdengar calo mafia migas yang beredar di tubuh-tubuh badan BUMN. Kisruh pencatutan nama Presiden pun tak terelakkan. Percaloan yang terjadi telah menjadi konsumsi publik berhari-hari. Lalu apa kabar dengan PT.PGN yang dibawahi oleh Hendi Prio Santoso? Mari kita tilik bersama.
Hendi Prio Santoso. Dok google
PT. PGN adalah salah satu contoh BUMN yang senantiasa berkomitmen memberantas korupsi di perusahaannya. Ini terbukti dengan diterapkannya semangat dan nilai-nilai 'zero tolerance corruption'. Tak cukup hanya di situ, bahkan Hendi Prio Santoso selaku Direktur Utama pun menerbitkan 'kode etik karyawan' dan 'kode etik pimpinan'

Kode etik itu sendiri berisi prosedur dan peraturan interaksi antara karyawan dan pimpinan dengan para pemangku kepentingan, sehingga korupsi tidak akan pernah terjadi. Hendi Prio Santoso mengatakan, 

"Sehingga, korupsi sangat tidak mungkin terjadi di PGN. Hal ini sejalan dengan roadmap pemberantasan korupsi 2012-2013 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di mana sektor pangan, energi, dan pajak menjadi prioritasnya," jelas pria kelahiran Jakarta, 48 tahun silam ini seperti dilansir di okezone.com

Semoga apa yang telah diupayakan oleh Hendi Prio Santoso dapat berjalan dengan baik dan hendaknya menjadi contoh bagi BUMN lainnya untuk berkomitmen mengatasi calo migas yang ada. Amin.

Sumber: okezone , Rmol , sindo , beritasatu



Rabu, 11 November 2015

NasDem dari Zaman ke Zaman Membuktikan Konsistensinya

Tepat pada hari ini, tanggal 11 November 2015, Partai NasDem menginjakan kakinya di angka 4 tahun. Semangat restorasi yang digaungkan mengingatkan saya pada awal mula saya mengenal partai ini.

Beberapa tahun silam, ketika saya masih duduk di bangku perkuliahan (sampai sekarang juga masih. *cry*) tepatnya di semester 5 pada tahun 2012, melihat hebohnya perekrutan mahasiswa untuk masuk menjadi anggota gerakan Garda Pemuda NasDem. Hanya sekilas saja saya mengetahui bahwa ada ormas baru dengan tagline-nya yaitu Restorasi Indonesia.

NasDem dari Zaman ke Zaman

Berawal dari ide Surya Paloh dan Sri Sultan Hamengkubuwono X yang mencetuskan ormas ini, hingga pada tanggal 1 Februari 2010 dideklarasikan bersama 45 tokoh nasional di Istora Senayan menjadi ormas Nasional Demokrat.

Perjalanan NasDem tidaklah mulus untuk menjadi partai politik seperti sekarang. Di balik terciptanya, banyak kabar tidak menyenangkan. Mulai dari fragmen Partai Golkar, tempat di mana Surya Paloh pernah mencalonkan diri menjadi Ketua Umum Partai Golkar dan memunculkan gerakan pembanding bernama NasDem sebagai bentuk kekecewaannya karena tidak berhasil menjadi ketua umum. Dilanjutkan dengan keluarnya Sri Sultan Hamengkubuwono X yang keluar dari ormas NasDem karena bertolak belakang dengan idealismenya membentuk ormas NasDem menjadi sebuah partai politik. Lalu pembiayaan ormas yang berbuah pemecatan ratusan karyawan di Hotel Papandayan yang dia kelola.

Setahun berlalu semenjak dideklarasikannya, ormas NasDem berubah menjadi partai politik karena desakan banyak orang untuk melebarkan sayapnya merestorasi Indonesia. NasDem 'lahir' di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara pada tanggal 26 Juli 2011. Dan pada saat awal berdiri, Rio Capella ditunjuk sebagai Ketua Partai NasDem yang pertama.

Di panggung politik, NasDem sebagai partai baru terbilang sukses untuk unjuk gigi. Terbukti pada tahun 2014, NasDem mengikuti pemilu dan menempati peringkat ke-8 dengan perolehan suara 8.402.813 suara (6,7 persen) berdasarkan hasil resmi rekapitulasi perolehan suara peserta Pemilu Legislatif(Pileg)2014 oleh Ketua KPU, Husni Kamil Malik. 
Lanjut pada dinamika pemilihan presiden, Partai NasDem memantapkan langkahnya untuk bergabung bersama Koalisi Indonesia Hebat. Partai yang memakai warna biru gelap dan orange ini terus konsisten mendukung cita-cita besar calon Presiden RI pada masa itu, Jokowi - JK, menciptakan Nawacita. Sesuai dengan cita-cita besar Partai NasDem, Restorasi Indonesia.

Tak terasa umur Partai NasDem telah memasuki angka 4. Dalam pidato Surya Paloh di DPP NasDem Menteng, tanggal 11 November 2015, ia mengatakan bahwa tahun ini adalah tahun evaluasi dan intropeksi. Partai NasDem harus berbenah untuk menuju perubahan Indonesia yang lebih baik.
Mungkin ini ada kaitannya dengan kasus Rio Capella yang ramai dibicarakan media beberapa waktu silam. Sudah barang tentu, hal ini menjadi guncangan yang hebat bagi perjalanan NasDem. Namun, seperti yang sudah dikatakan, partai ini terus konsisten. Sehingga meminta Rio Capella mundur dari partai secepatnya. Ditambah, Partai NasDem mengatakan tidak akan memberikan bantuan hukum sedikitpun untuk mantan kadernya yang tersandung masalah.

Dirgahayu Partai NasDem, terus kobarkan semangat Restorasi Indonesia!


Perayaan Ultah Partai NasDem yang ke 4 Bersama Alim Ulama, 1000 Anak Yatim dan Para Kader. Sumber Foto: detik.com



Sumber: http://nasional.sindonews.com/read/1053634/13/nasdem-tak-beri-bantuan-hukum-ke-rio-capella-1444984025 , http://www.beritasatu.com/nasional/183246-nasdem-dan-ppp-bertukar-peringkat-jumlah-suara-dan-kursi.html , https://id.wikipedia.org/wiki/Nasional_Demokrat_(Indonesia) , http://news.detik.com/berita/3068361/hut-ke-4-partai-nasdem-surya-paloh-undang-1000-anak-yatim , http://news.detik.com/berita/1289921/danai-nd-surya-paloh-dikecam-karyawan-hotel-papandayan


Cara naik MRT/LRT Singapore Pakai Tiket Sekali Pakai


Tepat tanggal 6, 7, 8 November 2015 gw di Singapore. Karena jadwal yang padat dari pihak travel, akhirnya mengurungkan niat membeli STP (Singapore Tourist Pass) yang gw liat-liat di blog, pakai STP kita bebas kemana aja pakai SMRT tanpa bayar lagi. Yah kalo di Indonesia mah kalo naik Transjakarta, kita (Indonesian) pakai kartu flash BCA/Emoney Mandiri/Tapcash BNI dan semacamnya. Jadilah gw naik SMRT pake kartu sekali perjalanan.


                                                  
Standart Ticket/Single Ticket. Dok pribadi.


Nah gimana caranya? Mari simak.


1. Menuju mesin pembelian kartu. Biasanya dekat dengan gate pintu masuk.Atau kalo lihat banyak orang yang ngantri dan seperti isi ulang kartu, itu juga bisa buat beli kartu sekali pakai. Kalo ga tau juga, tanya deh sama petugas. Hehe
General Ticketing Machine. Dok google.
                                
2. Pilih bahasa. Pilihannya cuma dua. English/Malay

3. Lihat peta. Dan tunjuk stasiun apa yang ingin dituju. Jadi sudah harus digoogle jauh-jauh hari ya mau ke mana dan stasiun terdekat apa :)
    
Dok. google
                          
4. Pilih berapa banyak kartu yang kita akan beli. Satu orang satu kartu ya.
5. Setelah muncul biaya yang perlu dikeluarkan, masukin deh uang kertasnya. Nanti uangnya macem kesedot ke dalam mesin.
6. Tunggu prosesnya, kartu akan dicetak sesuai nominal harga stasiun yang akan dituju. Kembalian recehan koin juga dikembalikan oleh mesin ini. Jadi jangan buru-buru pergi hehe. Lumayan buat souvenir.
7. Tap/tempelkan  kartu tersebut di gate masuk. Jangan dibuang kartunya. Nanti dipakai lagi untuk keluar stasiun.


Sudah deh hehe. Lebih jelasnya bisa lihat video ini Selamat mencoba. 

Belanja oleh-oleh murah meriah di Singapore


Tepat tanggal 6, 7, 8 November 2015 gw di Singapura. Postingan kali ini akan lebih spesifik ngomongin belanja oleh-oleh. Hehe. Kenapa sih penting gw bahas? Karena memberi sesuatu yang mungkin ga seberapa nilainya ke orang-orang yang lw inget, akan jadi spesial moment. #ceilehh

Jadi kemarin gw cuma datengin Bugis Street dan China Town. Jadi mari kita bahas dua tempat itu.

1. Bugis street.
Bugis Street diambil dari Bugis Junction. Dok pribadi
Tempat ini memang sudah amat melegenda di beberapa postingan blog orang-orang yang sudah melancong di Singapore.  Cara menjangkau tempat ini paling enak pake SMRT. Itu lho kereta bawah tanah Singapore. Keluar tangga SMRT Bugis, kita sudah ada di dalam area Mall Bugis Junction. Keluar Bugis Junction, tinggal nyebrang deh. Dari jauh terlihat plang "Bugis Street". Tempat ini menjual berbagai macam souvenir pernak pernik berbau Singapore. Mulai dari baju, keychain atau gantungan kunci, tempelan kulkas, tote bag, tas, coklat dari berbagai merk terkenal macem nutela, hersheys, kitkat, dan lain-lain. Banyak banget penjual di sini. Cerdas-cerdaslah memilih. Semua dipukul rata. 10$ untuk 4tempelan kulkas misalnya. 10$ untuk selusin keychain. Jangan kalap ya. Hati-hati dengan barang bawaan. Beberapa toko di Bugis Street menerima rupiah. Tapi dengan rate yang jauh. Misal kemarin gw tuker di Indonesia 1$=9.700, di Bugis Street jadi 1$=10.200 hoho. Semua toko menjual dengan harga pas. Ga boleh nawar. Tapi kalo mau coba, mangga. Bawa 50$ di Bugis Street cukuplah buat oleh-oleh orang rumah, temen kantor, atau tetangga. Hehe.

2. China Town
China Town. Dok Google.
Seperti namanya, setelah keluar dari stasiun SMRT China Town, kita berasa ada di Tiongkok/China. Mulai dari arsitektur bangunan yang dijaga sedemikian rupa sampai sampai semua resto menjual chinese food. Babi di mana-mana. Hoho. Karena waktu yang sedikit, ga sempet explore lebih jauh di China Town ini. Yang bikin kaget, harga di sini jauh lebih MURAH daripada Bugis Street hahaha. Sayang uang sudah habis di Bugis Street. Hikz. Dan design tote bag juga jauh lebih beragam. Gak kayak di Bugis Street. Pokoknya beli souvenir Singapore jauh lebih murah di China Town deh. 10$ bisa dapat keychain lebih banyak daripada di Bugis Street. Hoho. Pokoknya nyesel kenapa ga ke China Town duluan *cryyyyyy*

Mungkin di bawah kolom comment ada yang mau nambahin info di mana lagi tempat yang murah? Mangga~ 

Rabu, 04 November 2015

PGN Hadir Permudah Kehidupan

PT. Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk meraih penghargaan sebagai perusahaan dengan pertumbuhan bisnis tercepat (Fastest Growing Companies) ke-10 di Asia dalam The Platts Top 250 Global Energy Company 2015.

Di beberapa portal berita ramai diposting mengenai keberadaan perusahaan negara satu ini yang telah mendapat penghargaan cukup bergengsi. Apa yang membuatnya menjadi hebat sedemikian rupa? Mari kita tilik bersama. 

PGN merupakan sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi leading sector di bidang energi alam di IndonesiaDirektur Utama PGN, Hendi Prio Santoso  mengatakan, saat ini PGN telah membangun lebih dari 6.470km jaringan pipa gas, dan melayani lebih dari 105.000 pelanggan dari berbagai segmen, mulai dari rumah tangga, transportasi, UKM, komersial, industri, dan pembangkit listrik.

Salah satu manfaat hadirnya PGN di segmen transportasi.


Dia menambahkan, penghargaan yang diberikan merupakan hasil dari kerja keras seluruh karyawan. Penghargaan ini juga menjadi bukti bahwa kinerja PGN tumbuh secara berkesinambungan yang didukung oleh fundamental bisnis yang baik. 

"Sebagai National Gas Company, PGN akan terus melakukan inisiatif dalam memperkuat ketahanan energi nasional, melalui penggunaan gas bumi di berbagai wilayah Indonesia," kata Hendi.  

PGN Hadir Permudah Kehidupan



Perlu diketahui bersama, memakai bahan bakar gas jauh lebih hemat daripada memakai bahan bakar konvensional seperti BBM. Salah satu gambaran yaitu untuk operasional Bajaj. Melalui program dengan tema "Ayo Kita Ngegas Merdeka", PGN melibatkan 700 bajaj yang  bisa dimanfaatkan gratis oleh masyarakat dan pernah penulis tulis dalam artikel berikut http://diarysocialmediaadmin.blogspot.co.id/2015/08/dianter-bajaj-gratis-berhadiah.html , PGN mengkampanyekan penggunaan gas bumi yang ramah lingkungan untuk transportasi umum. Ternyata upaya PGN direnspon positif. Banyak pengemudi bajaj yang terkumpul dalam Komunitas Bajaj Gas (Kobagas) menyadari hematnya memakai bahan bakar gas daripada BBM. “Saya langsung beralih ke gas begitu tahu kalau pakai gas bisa lebih irit ke uang bensin,” ucap Sutarman, salah satu anggota Kobagas yang mengaku jika sebelumnya mesti mengeluarkan uang sedikitnya Rp70 ribu per hari untuk bahan bakar minyak (BBM) tapi sekarang cukup mengeluarkan hanya Rp20 ribu per hari jika memakai BBG.
Selain hemat, energi yang dihasilkan oleh PGN bisa kita sebut dengan energi baik. Kenapa energi baik? Ya, energi ini adalah energi yang ramah lingkungan. Emisi karbon yang dikeluarkan tidak sebanyak apabila memakai bahan bakar minyak pada umumnya. Komposisi BBG sebagian besar terdiri dari gas metana dan etana kurang lebih 90% dan selebihnya adalah gas propana, butana, nitrogenm dan karbondioksida. BBG lebih ringan dari udara dengan berat sekitar 0,6036 dan mempunyai nilai oktan 120. Bandingkan dengan BBM yang banyak orang pakai. Nilai oktan berada di angka 100 ke bawah. BBG cenderung lebih baik.

The last but not least, energi baik ini bebas subsidi! Kita secara tidak langsung membantu meringankan beban pemerintah untuk tidak memakai bahan bakar yang tidak bersubsidi. Very win win solution! 

See? Besar peranan PGN untuk mempermudah kehidupan kita, bukan? :) Congratulation once again PGN. You deserve that.
Artikel ini disumbangkan untuk situs si-nergi.id

Sumber: BUMN Insight , Antara News , Tribun News , Bahan Bakar Gas , Otomotif Net