Rabu, 11 November 2015

NasDem dari Zaman ke Zaman Membuktikan Konsistensinya

Tepat pada hari ini, tanggal 11 November 2015, Partai NasDem menginjakan kakinya di angka 4 tahun. Semangat restorasi yang digaungkan mengingatkan saya pada awal mula saya mengenal partai ini.

Beberapa tahun silam, ketika saya masih duduk di bangku perkuliahan (sampai sekarang juga masih. *cry*) tepatnya di semester 5 pada tahun 2012, melihat hebohnya perekrutan mahasiswa untuk masuk menjadi anggota gerakan Garda Pemuda NasDem. Hanya sekilas saja saya mengetahui bahwa ada ormas baru dengan tagline-nya yaitu Restorasi Indonesia.

NasDem dari Zaman ke Zaman

Berawal dari ide Surya Paloh dan Sri Sultan Hamengkubuwono X yang mencetuskan ormas ini, hingga pada tanggal 1 Februari 2010 dideklarasikan bersama 45 tokoh nasional di Istora Senayan menjadi ormas Nasional Demokrat.

Perjalanan NasDem tidaklah mulus untuk menjadi partai politik seperti sekarang. Di balik terciptanya, banyak kabar tidak menyenangkan. Mulai dari fragmen Partai Golkar, tempat di mana Surya Paloh pernah mencalonkan diri menjadi Ketua Umum Partai Golkar dan memunculkan gerakan pembanding bernama NasDem sebagai bentuk kekecewaannya karena tidak berhasil menjadi ketua umum. Dilanjutkan dengan keluarnya Sri Sultan Hamengkubuwono X yang keluar dari ormas NasDem karena bertolak belakang dengan idealismenya membentuk ormas NasDem menjadi sebuah partai politik. Lalu pembiayaan ormas yang berbuah pemecatan ratusan karyawan di Hotel Papandayan yang dia kelola.

Setahun berlalu semenjak dideklarasikannya, ormas NasDem berubah menjadi partai politik karena desakan banyak orang untuk melebarkan sayapnya merestorasi Indonesia. NasDem 'lahir' di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara pada tanggal 26 Juli 2011. Dan pada saat awal berdiri, Rio Capella ditunjuk sebagai Ketua Partai NasDem yang pertama.

Di panggung politik, NasDem sebagai partai baru terbilang sukses untuk unjuk gigi. Terbukti pada tahun 2014, NasDem mengikuti pemilu dan menempati peringkat ke-8 dengan perolehan suara 8.402.813 suara (6,7 persen) berdasarkan hasil resmi rekapitulasi perolehan suara peserta Pemilu Legislatif(Pileg)2014 oleh Ketua KPU, Husni Kamil Malik. 
Lanjut pada dinamika pemilihan presiden, Partai NasDem memantapkan langkahnya untuk bergabung bersama Koalisi Indonesia Hebat. Partai yang memakai warna biru gelap dan orange ini terus konsisten mendukung cita-cita besar calon Presiden RI pada masa itu, Jokowi - JK, menciptakan Nawacita. Sesuai dengan cita-cita besar Partai NasDem, Restorasi Indonesia.

Tak terasa umur Partai NasDem telah memasuki angka 4. Dalam pidato Surya Paloh di DPP NasDem Menteng, tanggal 11 November 2015, ia mengatakan bahwa tahun ini adalah tahun evaluasi dan intropeksi. Partai NasDem harus berbenah untuk menuju perubahan Indonesia yang lebih baik.
Mungkin ini ada kaitannya dengan kasus Rio Capella yang ramai dibicarakan media beberapa waktu silam. Sudah barang tentu, hal ini menjadi guncangan yang hebat bagi perjalanan NasDem. Namun, seperti yang sudah dikatakan, partai ini terus konsisten. Sehingga meminta Rio Capella mundur dari partai secepatnya. Ditambah, Partai NasDem mengatakan tidak akan memberikan bantuan hukum sedikitpun untuk mantan kadernya yang tersandung masalah.

Dirgahayu Partai NasDem, terus kobarkan semangat Restorasi Indonesia!


Perayaan Ultah Partai NasDem yang ke 4 Bersama Alim Ulama, 1000 Anak Yatim dan Para Kader. Sumber Foto: detik.com



Sumber: http://nasional.sindonews.com/read/1053634/13/nasdem-tak-beri-bantuan-hukum-ke-rio-capella-1444984025 , http://www.beritasatu.com/nasional/183246-nasdem-dan-ppp-bertukar-peringkat-jumlah-suara-dan-kursi.html , https://id.wikipedia.org/wiki/Nasional_Demokrat_(Indonesia) , http://news.detik.com/berita/3068361/hut-ke-4-partai-nasdem-surya-paloh-undang-1000-anak-yatim , http://news.detik.com/berita/1289921/danai-nd-surya-paloh-dikecam-karyawan-hotel-papandayan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar