Selasa, 26 Mei 2015

Kontribusi Guru dalam Mewujudkan Nawacita

Ada yang bilang, guru itu luar biasa. Kenapa? Karena guru adalah profesi yang menciptakan profesi yang lain.




Bayangkan saja, profesi dokter, pengacara, social media analyst, diplomat, atau buruh sekali pun yang dahulu mengajar mereka jaman TK, SD, SMP, atau SMA siapa?

Guru tidak bisa lepas dari predikatnya sebagai garda depan pendidikan. Garda depan pembentukan karakter suatu bangsa. Tidak berlebihan rasanya jika Nelson Mandela berkata 
"Pendidikan adalah senjata paling kuat dan ampuh untuk mengubah dunia"

Kebayang kan? Senjata yang dipegang oleh guru? Senjata Pengubah Dunia!
Dan menyadari guru adalah agen perubahan, maka pemerintah menggelontorkan program GGD atau  Guru Garis Depan.

Presiden Jokowi melepas 798 guru dalam Program GGD


 
Program GGD adalah program pengiriman guru ke daerah terpencil yang masih kekurangan tenaga pendidik. 
"Ini bagian dari program Nawacita Presiden Jokowi, yaitu untuk mencerdaskan bangsa," kata Anies seusai menghadiri diskusi bersama sejumlah media dan tokoh pendidikan di Makassar, Sabtu, 16 Mei 2015. 
Senin, 25 Mei 2015, Presiden Joko Widodo melepas 798 guru dalam program Guru Garis Depan di empat provinsi, yakni Papua, Papua Barat, Aceh, dan Nusa Tenggara Barat. Terdapat 28 Kabupaten yang akan menjadi tempat bertugasnya para guru tersebut, 


Program yang diberi nama Guru Garis Depan (GGD) itu merupakan langkah pemerintah untuk menyediakan guru-guru terbaik di daerah yang paling membutuhkan di Indonesia. Khususnya di daerah terdepan, terluar dan tertinggal. 



Mereka yang lulus pendidikan profesi guru SM3T itu diharapkan menjadi CPNS dan selanjutnya dapat diangkat menjadi PNS. Formasi GGD ini disahkan dengan penerbitan Kebijakan Permenpan-RB No 26 Tahun 2014 tentang Formasi Khusus ASN Kementerian/lembaga tahun anggaran 2014 dan Keputusan Menpan-RB No 762 tahun 2014 tentang formasi PNS untuk SM3T.
Harapan,
Salah satu isi Nawacita ke 3 yang sering diusung oleh Presiden Jokowi  adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Guru dalam program ini mangambil bagian serta dengan senang hati berkontribusi. Selamat bertugas Bapak dan Ibu guru. Tentu langkah mereka tidak mudah. Mengingat sarana dan prasarana di daerah terdepan, terluar dan tertinggal belum selengkap seperti yang di kota. Semoga langkah Bapak dan Ibu guru selalu dimudahkan oleh Yang Maha Kuasa. Amin. Semangat membentuk karakter dan merevolusi mental di tempat bertugas! 

Source: Sumber 1 , sumber 2 , Sumber 3







Senin, 25 Mei 2015

Tips And Trick Datang ke Acara Wisuda Orang.

Datang ke wisuda tapi lo belum wisuda rasanya kayak patah hati. Empet.
Apalagi kalo lo adalah semester akhir, tapi masih belum tau kapan akan merasakan hal yang sama.

Tapi tiga kali akhirnya datang ke wisudaan orang (di posisi gue adalah mahasiswa semester akhir yang masih belum tahu kapan berakhir) karena yang diwisuda bukan orang-orang sembarangan.

Orang-orang terkasih, jadi ada energi yang kuat menghalau rasa sakit hati yang ngehujam dada. #OkeFIX Lebay.

Wisuda rata-rata kelar sekitar jam 12-1 siang. Beberapa kali datang, punya ceritanya masing-masing.

Sebelum gue kasih tips and trick datang ke wisudaan orang, sekelebat foto wisuda orang yang gue  datangi.



Tips dan Trick Datang ke Wisuda Orang

  1. Kalau lo bukan bagian keluarga, ga usah dateng dari pagi. Karena menunggu itu menjemukkan. Datenglah sejam sebelum prosesi wisuda kelar. Makanya tanya temen lo, kapan acaranya selesai.
  2. Tentukan teman untuk menguatkan hati  nemenin lo selama lo berada di tempat wisuda. Karena akan sangat awkward lo bawa-bawa bunga sendirian dan cari orang yang akan dituju. Percayalah. Mencari wisudawan ketika baru keluar adalah hal yang sulit. Belum lagi kalo dia ga pegang handphone. Tapi kalo gak ada juga yaudah lah, nikmati keawkward-anmu. Been There.
  3. Tentukan kado dari jauh-jauh hari. Perhatikan juga budget yang ada. Banyak kok toko olshop yang menjual boneka wisuda dan bisa dicustom baju toga serta nama dan gelar. Biasanya kalo kayak gini, minimal H-2minggu udah harus order. Tapi kalo ga mau repot-repot, biasanya ketika hari H, banyak kok yang menjajakan boneka wisuda. Ada juga yang pernah bawa hasil handcraft. Bingkai dengan isi lukisannya. Segala bentuk pajangan yang berbau 'Congraduation'. Atau juga bisa kasih barang yang akan berguna kelak ke depannya. Semuanya balik lagi ke budget lo yaaa. Bisa juga kasih yang manis-manis untuk harinya yang manis. Macam coklat, permen, atau kue-kue lucu. 
    boneka wisuda yang bisa dicustom
  4. Jangan lupa untuk perhatikan make up. Luntur? Retouch up. Percayalah. Momen wisuda orang bagi lo hanya eksistensi diri dalam jepretan kamera. Dan dia akan terus menyimpan foto-foto wisuda karena It's One Of Their Biggest Moment. Lo ambil bagian dari itu.
  5. Setelah sampai venue, belilah bunga ketika sudah agak siang. Why? Karena semakin siang, harga akan semakin menurun. hehe. Harga bunga buket sedang ketika pagi berkisar antara 25ribu sampai 30ribu. Dan ketika siang, lo bisa beli bunga buket sedang dengan harga 5 ribu! iya, LIMA RIBU. Oke untuk kasus ini, bisa diikuti kalo orang yang diwisuda adalah orang-orang yang 'biasa'. Tapi kalo lo anggap dia SPESIAL, memberikan bunga  sesegera mungkin ketika dia sudah keluar dari gedung adalah 'prestige'. Dan gue berprinsip, datang ke wisuda orang berarti dia penting. Kalo engga, ngapain  juga datang hahaha.
  6. The last but not least, minta doa agar segera menyusul juga  dan tetap perlihatkan wajah turut berbahagia :p




Jumat, 22 Mei 2015

Siti Nurbaya-nya Datuk Maringgih? BUKAN. Ini dia Siti Nurbaya-nya Indonesia!

Siti Nurbaya Bakar, Srikandi di zaman modern

Anybody know her? Mendengar nama Siti Nurbaya, pikiran kita otomatis teringat pada cerita perjodohan antara Siti Nurbaya Bakar dengan Datuk Maringgih. But eits, ini Siti Nurbaya yang lain. 


Mungkin masih banyak yang belum mengetahui tentang beliau. Iya, dia adalah salah satu menteri perempuan di Kabinet Kerja. 
Dr. Ir Siti Nurbaya Bakar MS adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Periode 2014-2019.

Sosok Siti Nurbaya ternyata bukanlah orang baru dalam dunia pemerintahan. Sejak tahun 1981, beliau sudah mulai mendedikasikan dirinya untuk negeri ini. Beberapa jabatan penting pernah dijabat. Dan di awali meniti karir di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung. Di sana ia pernah menjabat sebagai Kasubid Analisis Stastistik, Kasi Penelitian Fisik, Kasi Pengairan, Kasi Tata Ruang, Kabid Penelitian, Kabid Prasarana Fisik dan Wakil Ketua Bappeda.Sukses berkarir di Bapedda Lampung, membuat Siti Nurbaya diberi mandat di berbagai posisi strategis seperti Sekretaris Jenderal Depdagri di tahun 2001, Dewan Komisaris PUSRI (2011-sekarang), hingga akhirnya menghabiskan sisa masa pengabdiannya sebagai PNS sebagai Sekretaris Jenderal DPD RI (2006-2013).


Setelah berkarir sebagai PNS di Sekjen DPD RI, Bu Siti memilih untuk berkarir di partai politik di bawah kepimpinan Surya Paloh, Nasdem dan menjabat sebagai Ketua DPP Nasdem.

Sederet prestasi dan penghargaan yang beliau dapatkan. Sebut saja pada tahun 2011, Siti Nurbaya Bakar mendapat Penghargaan Bintang Jasa Utama dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono kemudian Penghargaan Pemimpin Pancasila dari Yayasan Indonesia Satu, Penghargaan Satya Lencana Karya Satya XXX tahun dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun yang sama. Dan masih banyak lagi penghargaan yang beliau dapatkan.

Selain mengabdikan diri kepada dunia politik dan pemerintahan, Siti Nurbaya juga cinta akan dunia pendidikan. 
Beliau tercatat aktif mengajar sebagai dosen di Trisakti dan IPB Bogor. 

Si Tomboi,
Istri dari 
Rusli Rachman ini, terbilang wanita yang tomboi. Tipe pakaiannya selalu hampir sama. Pakaian kemeja serta celana 'bahan'. Hampir jarang terlihat melihat Ibu satu ini memakai sesuatu yang feminim. Kecuali menghadiri acara-acara resmi kenegaraan.
Turun ke gunung, naik helikopter serta melintasi hutan dengan berjalan kaki adalah suatu hal yang biasa beliau lakukan dalam mengemban tugas sebagai Menteri LHK. Tak berlebihan jika memanggilnya dengan "Wonder Woman".

Terlepas dari sosoknya yang tomboi, beliau tak pernah meninggalkan keluarga. Sukses melanglang buana di dunia perpolitikan, pendidikan serta pemerintahan, tak lantas membuat keluarganya tercerai berai. Ibu dengan dua anak ini selalu menyempatkan berkumpul dengan anak serta cucunya. What a lovely family ^_^


Tak Pernah Diam,
Selama 7 bulan membawahi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, beliau tergolong menteri wanita yang tangguh dan tidak bisa diam. Semua dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Terbukti dengan masalah asap api kebakaran hutan yang turun secara drastis. Ini adalah pencapaian yang tidak bisa dianggap enteng. Ke depannya kita semua berharap akan banyak prestasi yang ditoreh di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini. Amin. Selamat bekerja, Bu! Kerja, kerja, kerja! 

Rabu, 20 Mei 2015

Pengalaman Pertama Snorkeling!

Pulau Pramuka, 16 Mei 2015.

Kali ini gue mau cerita pengalaman pertama snorkeling. Semacam achievement unlocked ketika akhirnya bisa menyelam dan melihat ikan berenang di lautan serta ikut bermain bersama biota laut lainnya.

Awal cerita, gue dan kawan-kawan berangkat ke suatu pulau. Sudah agak dekat, eh amaze! Airnya biru! Jernih banget! Melipirlah kapal kita. Gue kira di sinilah tempat snorkelingnya. Ternyata engga. Di pulau tersebut, ternyata banyak banget yang lagi kemah. 
Di bibir pantai Pulau Air, kami semua diarahkan untuk melakukan pemanasan. Fungsinya biar gak keram ketika di laut. Sepele namun penting banget lho! Setelah berolahraga, kami langsung ambil peralatan snorkeling. Bingung? Pasti!


Tour guide pun mulai memberitahukan cara pemakaian alat snorkeling tersebut. Ada yang kekendoran di bagian kacamata. Bingung ambil nafas dari mulut. Sampai ada yang mengeluh ketika menyelam, air laut selalu masuk ke bagian mata dan mulut. Hihi. Mamam dah tuh keasinan. 

Setelah dirasa kami bisa melakukan snorkeling di air yang dangkal, kami diajak naik ke kapal untuk mengunjungi spot snorkeling sesungguhnya! Iya, spot tersebut berada gak jauh dari tempat kami latihan awal di Pulau Air. Selang 10 menit, tibalah kami di tempat tujuan. Ngeri karena tempatnya berada di tengah-tengah laut. 

Kami diajak melompat langsung ke air laut. Dan Voilla! Gue kaget -__- Agak gelegepan gitu! Setelah sekian beberapa menit mulai menyesuaikan dengan kondisi badan yang terapung di atas air, gue mulai memberanikan diri untuk menghadap ke bawah. Dan gue JATUH CINTA. Iya. Rasanya kayak jatuh cinta! Indah banget! Ikan berenang pas di bawah tubuh gue. Warna warni ikan serta karang yang beraneka bentuk!