Senin, 14 Desember 2015

Kartika Djoemadi dan Dunia Social Media

Korelasi kata Kartika Djoemadi dengan dunia social media terasa sangat kuat. Betapa tidak, Kartika Djoemadi adalah orang nomor wahid di perkumpulan relawan yang disebut JASMEV. Perkumpulan ini bergerak bukan hanya ketika perang social media terjadi pada Pilpres 2014 silam. Namun, JASMEV juga telah beroperasi mengusung kemenangan Jokowi-Ahok ketika maju di Pilgub Jakarta.

Tim Sosial Media Jokowi-JK Kartika Djoemadi memberikan penjelasan pada acara diskusi Perang Sosial Media. Source: jpnn.com
Bagi yang mengikuti gegap gempita Pilpres 2014 di dunia social media, siapa yang tak mengenal JASMEV(Jokowi Social Media Advanced Volunteer)? Para relawan yang berjumlah 30.000 orang dan tersebar di seluruh Indonesia ini gencar melakukan aksi kampanye di dunia social media. Dan tak bisa ditampik, banyak yang kagum dengan Mba Dee, begitu dia akrab disapa, karena bisa memanage JASMEV sebegitu hebat.

Kartika Djoemadi menegaskan, kehadiran JASMEV bukan untuk menyerang pihak lain. "Selama kampanye, kebijakan kami tidak untuk menyerang lawan-lawan politik Jokowi. Kami(JASMEV)mengklarifikasi tudingan-tudingan tentang Jokowi,"katanya.

sumber:
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Kartika_Djoemadi
2. http://klipingkartikadjoemadi.com/post/132303884961/kartika-djoemadi-jasmev-bicara-sosmed-dan-jokowi
3. http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=241606&page=3



Pengangkatan Kartika Djoemadi Murni Melalui Proses Panjang

Nama Kartika Djoemadi mencuat  di beberapa media akhir-akhir ini. Hal ini disebabkan karena pengangkatannya menjadi komisaris di salah satu anak BUMN, PT. Danareksa. Rumor beredar  adanya sistem pembagian jatah bagi para relawan Jokowi. Dan Kartika Djoemadi sebagai orang nomor satu di JASMEV (Jokowi Advanced Social Media Volunteer) pun tak luput dari pemberitaan.

Sebagai informasi, Dyah Kartika Rini Djoemadi begitu nama lengkapnya, diangkat menjadi bagian dari jajaran komisaris PT. Danareksa dengan jabatan Komisaris Independen. Hal ini sesuai dengan  Surat Keputusan No. SK-204/MBU/10/2015 tanggal 27 Oktober 2015.

Banyaknya pemberitaan negatif tersebut, akhirnya Sekretaris BUMN, Imam A Putro angkat bicara. Beliau menuturkan bahwa Kartika Djoemadi telah mengikuti rangkaian test yang panjang. Dan kandidatnya saat itu tidak sedikit. Namun nama Kartika Djoemadi lah yang terpilih untuk menduduki jabatannya yang sekarang.

"Saya lupa berapa lama waktu untuk melakukan verifikasi terhadap Bu Dyah. Seingat saya agak lama. Saya lupa ada berapa kandidat. Tapi, yang jelas Bu Dyah bukan satu-satunya. Bu Dyah ini memenuhi persyaratan untuk menjadi komisaris BUMN," katanya kepada wartawan.

Source: 
  1. http://klipingkartikadjoemadi.com/post/132304119551/kartika-djoemadi-public-lecture
  2. http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/709943-eks-relawan-jokowi-jadi-komisaris-danareksa--ini-kata-rini
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Kartika_Djoemadi 

Jumat, 11 Desember 2015

Menyoal Kartika Djoemadi Menjadi Komisaris Danareksa, What's Your Opinion?

Nama Kartika Djoemadi menyeruak kembali setelah dirinya masuk ke jajaran komisaris anak perusahaan BUMN, Danareksa. Lalu posisinya dikait-kaitkan dengan keterlibatannya dalam kampanye pilpres 2014 silam di wadah Jasmev (Jokowi Advanced Socia Media Volunteers), sehingga headline yang dipasang di berbagai media adalah Relawan Jokowi Menjadi Komisaris Danareksa. Padahal banyak sekali hal positif dari Kartika Djoemadi sehingga sangat pantas untuk menjadi bagian dari jajaran komisaris Danareksa.

Kartika Djoemadi memang mempunyai peran besar karena rela meninggalkan profesi sebagai konsultan kebijakan publik untuk menjadi panglima perang di sosial media mendukung Jokowi. Dara kelahiran 21 April ini menjadi panglima Jasmev dalam kampanye pemilihan presiden 2014. Bahkan kiprah Jasmev juga berjasa dalam pengangkatan Jokowi dan Ahok ketika menjadi Gubernur Jakarta dan Wakil Gubernur beberapa tahun silam. Sehingga Tempo memasukkan namanya dalam daftar nama Tokoh Tempo 2014.

Jasmev sebagai gerakan relawan sudah terbukti sukses menjalankan misinya. Semua ini tentu tidak terlepas dari arahannya sebagai komandan atau panglima perang. Hal ini bisa kita ambil sebagai sisi leadership yang tangguh yang dimiliki oleh Kartika Djoemadi. Bayangkan saja dengan total 30.000 relawan Jasmev yang tersebar di Indonesia, bisa dia kendalikan.

Background Kartika Djoemadi dalam dunia usaha juga tidak bisa dianggap angin lalu. Bersama kawannya, Kartika Djoemadi pernah membuat perusahaan dengan pekerjaan "Public Advocacy" untuk perusahaan swasta dan nasional. Dan tak cukup sampai di situ, Kartika Djoemadi juga berkecimpung di dunia properti. Dan aktif di berbagai organisasi seperti REI (Real Estate Indonesia), HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) dll. Dan Kartika Djoemadi tidak hanya sekedar menjadi anggota, namun menduduki posisi strategis di berbagai organisasi.

Semoga Mba Dee, begitu ia akrab dipanggil, dapat menjalankan amanah sebagai Komisaris PT. Danareksa dengan sebaik-baiknya. Amin. Lalu bagaimana pendapatmu? 
Kartika Djoemadi sebagai salah satu pegiat Kadin dan Hipmi ikut serta dalam musyawarah nasional Kadin di Bandung


Sumber: Wikipedia KlipingKartikaDjoemadi



Rabu, 09 Desember 2015

Papuaku Sayang, Papuaku Terbungkam

Di tengah gegap gempita perebutan saham Freeport yang lantang diberitakan di semua media berita, hal yang lebih memuakkan bagi warga Papua adalah terpelantingnya pembahasan RUU  Otsus Plus Papua  dalam Prolegnas(Program Legislasi Nasional)Prioritas 2015 untuk menjadikannya UU ke depannya. Pada saat sidang paripurna di DPR tanggal 9 Februari 2015, salah satu politisi dari Demokrat protes dan 'mengamuk' karena tidak masuknya RUU Otsus Plus Papua dalam Prolegnas Prioritas 2015. Padahal mayoritas fraksi telah menyatakan sepakat untuk memasukkan RUU Otsus Plus Papua dalam daftar prioritas tahun ini.

Apakah RUU Otsus Plus Papua itu?
RUU Otsus Plus Papua berisi rancangan undang-undang otonomi khusus yang apabila disahkan, maka Pemerintahan Daerah Papua dapat mengelola sumber daya alam yang lebih besar. Selain itu, dari sisi finansial Pemda Papua akan mendapatkan alokasi lebih besar yang dapat dimanfaatkan untuk kemajuan daerahnya.
Freeport di Papua

Bayangkan saja, selama bertahun-tahun, bahkan mirisnya berbelas-belas tahun, tanah Papua dikeruk kekayaan alamnya tapi tidak berdampak signifikan pada kemajuan daerahnya. Pulau Papua didaulat menjadi pulau terkaya dan termiskin dalam satu waktu. Adanya Freeport selama berbelas-belas tahun, tidak memberi kontribusi yang signifikan untuk kemajuan daerah. Padahal pendapatan Freeport pertahunnya, seperti dilansir inilahdotcom adalah Rp50T. Miris.

Pemerintah pusat seolah 'sok tahu' dengan kebutuhan bagi masyarakat Papua. Sehingga UU Otsus Papua tidak pernah berubah dari tahun 2001. Membiarkan RUU Otsus Plus Papua menjadi hal yang tidak penting untuk dibahas dan kemudian disahkan. Padahal semakin berjalannya waktu, problem yang dihadapi Pemda sudah sangat pelik dan beragam.  Ya, masyarakat Papua dibiarkan menerima keadaan dan dibungkam kebutuhannya. RIP Demokrasi.


Sumber:

Gas Energi Baik dari PGN Bikin Hemat Belanja Bulanan Rumah Tangga

Mendengar kata gas, apa yang pertama kali terlintas?
Notabene ibu rumah tangga atau yang pernah memasak, mendengar kata gas akan mengasosiasikannya dengan tabung gas untuk kompor gas. Ada yang berisi 3kg, 12 kg, bahkan 50kg.

Namun, apakah kamu tahu, jika kita bisa mengganti tabung-tabung tersebut dengan gas yang disebut energi baik? Energi baik adalah energi yang dialirkan oleh PT.PGN(Perusahaan Gas Negara) untuk kepentingan berbagai bidang. Salah satunya kebutuhan rumah tangga. Hal yang menjadikannya baik adalah selain membantu pemerintah meringankan bantuan subsidi yang tengah kita pakai dalam bentuk tabung gas 3kg, adalah penghematan uang yang signifikan!

Bukan tanpa bukti, seperti yang diberitakan melalui media Metro TV , warga Rusun Klender telah menikmati manfaat hadirnya energi baik yang dialirkan oleh PT.PGN ini. Salah satu warga bernama Anthoinette berpendapat bahwa gas PGN sangat menguntungkan bagi warga. Sebab, harga gas PGN relatif jauh lebih murah dibandingkan dengan elpiji.

"Lebih enak ini irit. Sebulan saja saya cuma(bayar) Rp30ribu sebulan, pakainya sudah banyak. Malah tidak sampai Rp30ribu, cuma Rp28ribu sekian," kata Anthoinette.

Bandingkan dengan penggunaan gas elpiji, rata-rata kebutuhan rumah tangga akan tabung gas 3kg adalah 2-3 tabung gas perbulan. (Harga tabung gas 3kg per Desember 2015 adalah Rp20ribu) yang berarti perlu uang Rp40ribu sampai Rp60ribu sesuai kebutuhan. 
Jadi, adakah keinginan untuk berpindah memakai gas energi baik dari PGN? :)

Artikel ini disumbangkan untuk situs si-nergi.id

Sumber: Metrotv , Kompas