Senin, 30 November 2015

Identitas Santri dalam Pilkada Jambi

Setelah diresmikannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional, makin banyaklah identitas seorang santri yang terbit di permukaan. Baik di dunia media sosial ataupun di kehidupan nyata. Makin banyak yang merasa bangga menjadi seorang santri.

Santri seringkali dikaitkan dengan seseorang yang sedang atau pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren, baik pesantren tradisional ataupun modern. Namun, sekarang kata santri tengah diperluas maknanya. Seperti yang penulis kutip di sini, bahkan seseorang bisa dikatakan santri apabila berperilaku baik jika dikategorikan sebagai santri kultural.

Melihat dari berbagai definisi santri, entah mengapa santri selalu dikaitkan dengan sesuatu yang baik. Mengingat untuk memiliki predikat santri, seseorang tengah atau pernah mengenyam pendidikan agama yang didapat dari lembaga pendidikan pondok pesantren bukanlah sesuatu yang 'biasa'. Seseorang yang pernah 'nyantri' setidaknya mempunyai pengetahuan agama yang melebihi orang yang tidak 'nyantri'. Walau tidak semua santri akan berakhir menjadi orang yang baik. Namun, terbatasnya pergaulan seorang santri, tentu akan banyak perbedaan dengan pergaulan orang yang tidak pernah jadi santri.

Hal yang menjadi menarik untuk dibahas, dalam pilkada Jambi tahun ini, terdapat calon pemimpin yang baik calon gubernur dan wakil gubernurnya merupakan santri. Pasangan Hasan Basri - Edi Purwanto. Mereka merupakan lulusan santri yang tengah bertarung untuk melenggang menjadi orang di Jambi nomor wahid.

"Saya sendiri merupakan alumnus ponpes, yakni Ponpes As'ad, Seberang Kota Jambi. Saya banyak ditempa mengenai pendidikan dan kepimpinan di ponpes. Salah satu manfaat yang saya rasakan selama mengikuti pendidikan di ponpes, yaitu pembinaan karakter dan budi pekerti. Karena itu saya tetap memberikan perhatian serius pada pembangunan ponpes," kata Hasan Basri Agus seperti dilansir di Berisatu.

Edi Purwanto menghadiri acara Haul yang digelar Ponpes Rowo Sejati, Bahar Utara, Kabupaten Muarojambi
Sedangkan Edi Purwanto merupakan masuk kategori santri kultural, walau tidak mengeyam pendidikan di pesantren, namun Edi adalah lulusan MAN Model Jambi. Di mana madrasah aliyah juga lebih menekankan pendidikan agama dibanding pendidikan ilmu umum lainnya. Tidak hanya itu, Edi Purwanto juga dekat dengan para Kyai. Ini terlihat dari banjirnya dukungan dari kalangan kyai dan santri itu sendiri. Salah satunya ketika Edi Purwanto menyambangi haul yang digelar Ponpes Rowo Sejati, Bahar Utara, Kabupaten Muarojambi tanggal 8 November 2015 silam.

Sumber 1
Sumber 2
Sumber 3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar