Di beberapa portal berita ramai diposting mengenai keberadaan perusahaan negara satu ini yang telah mendapat penghargaan cukup bergengsi. Apa yang membuatnya menjadi hebat sedemikian rupa? Mari kita tilik bersama.
PGN merupakan sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi leading sector di bidang energi alam di Indonesia. Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso mengatakan, saat ini PGN telah membangun lebih dari 6.470km jaringan pipa gas, dan melayani lebih dari 105.000 pelanggan dari berbagai segmen, mulai dari rumah tangga, transportasi, UKM, komersial, industri, dan pembangkit listrik.
![]() |
| Salah satu manfaat hadirnya PGN di segmen transportasi. |
Dia menambahkan, penghargaan yang diberikan merupakan hasil dari kerja keras seluruh karyawan. Penghargaan ini juga menjadi bukti bahwa kinerja PGN tumbuh secara berkesinambungan yang didukung oleh fundamental bisnis yang baik.
"Sebagai National Gas Company, PGN akan terus melakukan inisiatif dalam memperkuat ketahanan energi nasional, melalui penggunaan gas bumi di berbagai wilayah Indonesia," kata Hendi.
PGN Hadir Permudah Kehidupan
Perlu diketahui bersama, memakai bahan bakar gas jauh lebih hemat daripada memakai bahan bakar konvensional seperti BBM. Salah satu gambaran yaitu untuk operasional Bajaj. Melalui program dengan tema "Ayo Kita Ngegas Merdeka", PGN melibatkan 700 bajaj yang bisa dimanfaatkan gratis oleh masyarakat dan pernah penulis tulis dalam artikel berikut http://diarysocialmediaadmin.blogspot.co.id/2015/08/dianter-bajaj-gratis-berhadiah.html , PGN mengkampanyekan penggunaan gas bumi yang ramah lingkungan untuk transportasi umum. Ternyata upaya PGN direnspon positif. Banyak pengemudi bajaj yang terkumpul dalam Komunitas Bajaj Gas (Kobagas) menyadari hematnya memakai bahan bakar gas daripada BBM. “Saya langsung beralih ke gas begitu tahu kalau pakai gas bisa lebih irit ke uang bensin,” ucap Sutarman, salah satu anggota Kobagas yang mengaku jika sebelumnya mesti mengeluarkan uang sedikitnya Rp70 ribu per hari untuk bahan bakar minyak (BBM) tapi sekarang cukup mengeluarkan hanya Rp20 ribu per hari jika memakai BBG.
Selain hemat, energi yang dihasilkan oleh PGN bisa kita sebut dengan energi baik. Kenapa energi baik? Ya, energi ini adalah energi yang ramah lingkungan. Emisi karbon yang dikeluarkan tidak sebanyak apabila memakai bahan bakar minyak pada umumnya. Komposisi BBG sebagian besar terdiri dari gas metana dan etana kurang lebih 90% dan selebihnya adalah gas propana, butana, nitrogenm dan karbondioksida. BBG lebih ringan dari udara dengan berat sekitar 0,6036 dan mempunyai nilai oktan 120. Bandingkan dengan BBM yang banyak orang pakai. Nilai oktan berada di angka 100 ke bawah. BBG cenderung lebih baik.
The last but not least, energi baik ini bebas subsidi! Kita secara tidak langsung membantu meringankan beban pemerintah untuk tidak memakai bahan bakar yang tidak bersubsidi. Very win win solution!
See? Besar peranan PGN untuk mempermudah kehidupan kita, bukan? :) Congratulation once again PGN. You deserve that.Artikel ini disumbangkan untuk situs si-nergi.id
Sumber: BUMN Insight , Antara News , Tribun News , Bahan Bakar Gas , Otomotif Net
Selain hemat, energi yang dihasilkan oleh PGN bisa kita sebut dengan energi baik. Kenapa energi baik? Ya, energi ini adalah energi yang ramah lingkungan. Emisi karbon yang dikeluarkan tidak sebanyak apabila memakai bahan bakar minyak pada umumnya. Komposisi BBG sebagian besar terdiri dari gas metana dan etana kurang lebih 90% dan selebihnya adalah gas propana, butana, nitrogenm dan karbondioksida. BBG lebih ringan dari udara dengan berat sekitar 0,6036 dan mempunyai nilai oktan 120. Bandingkan dengan BBM yang banyak orang pakai. Nilai oktan berada di angka 100 ke bawah. BBG cenderung lebih baik.
The last but not least, energi baik ini bebas subsidi! Kita secara tidak langsung membantu meringankan beban pemerintah untuk tidak memakai bahan bakar yang tidak bersubsidi. Very win win solution!
See? Besar peranan PGN untuk mempermudah kehidupan kita, bukan? :) Congratulation once again PGN. You deserve that.Artikel ini disumbangkan untuk situs si-nergi.id
Sumber: BUMN Insight , Antara News , Tribun News , Bahan Bakar Gas , Otomotif Net

Tidak ada komentar:
Posting Komentar