Rabu, 28 Oktober 2015

Edi Purwanto Sadar Potensi Pemuda untuk Bangun Jambi

Indahnya dunia ini jika pemuda masih tahu perjuangan! -Pramoedya Ananta Toer-


Rasa-rasanya kata-kata Pram di atas seolah menampar para pemuda bahwa perjuangan dari para pemuda tidaklah pernah usai. Siapa yang tidak mencintai keindahan? Jawabannya tidak ada.

Lalu, siapa yang bisa dikatakan dengan pemuda?

Secara internasional, WHO menyebut sebagai” young people” dengan batas usia 10-24 tahun, sedangkan usia 10-19 tahun disebut ”adolescenea” atau remaja. International Youth Year yang diselenggarakan tahun 1985, mendefinisikan penduduk berusia 15-24 tahun sebagai kelompok pemuda. Sedangkan menurut draft RUU Kepemudaan, pemuda adalah mereka yang berusia antara 18 hingga 35 tahun. Dan dari definisi di atas dapat kita sebut bahwa pemuda adalah mereka yang berada pada rentang usia produktif.

Pada kesempatan kali ini, perkenankan saya mengenalkan salah satu pemuda terbaik kepunyaan Indonesia yang tengah bersiap-siap berjuang demi perubahan Jambi yang lebih baik. Maju menjadi Wakil Gubernur bersama Hasan Basri Agus, inilah Edi Purwanto. 



Hasan Basri Agus dan Edi Purwanto

Edi Purwanto lahir di Batu Putih4 Juli 1980; politikus berumur 35 tahun yang berangkat dari Partai PDIP ini mengetahui betul bahwa pemuda adalah ujung tombak perjuangan. Sehingga pada bulan September silam, Edi Purwanto  melakukan salah satu langkah sebagai bentuk konkrit mengajak para pemuda untuk memberi kontribusinya menuju Jambi yang lebih baik. Edi Purwanto pun mengajak diskusi terbuka sekaligus bersilaturrahim kepada para mahasiswa dan alumni mahasiswa yang terkumpul dalam organisasi HMI dan PMII yang diselenggarakan di Kafe Mini Sungai Penuh.

Melihat jejaknya, HMI dan PMII bukanlah organisasi yang pantas dianggap remeh. Para kadernya telah melewati berbagai proses untuk menjadi kader perubahan di bawah naungan HMI dan PMII.

Pada kesempatan kali itu, Edi Purwanto dan kawan-kawan dari HMI dan PMII mendapat beberapa poin  strategis demi pembangunan Jambi ke depannya. Poin-poin tersebut di antara lain: Pertama mensolidkan team internal partai, kedua melihat kondisi real masyarakat yang akan menjadi kajian untuk membuat formulasi rumusan bagaimana menangani dan memimpin kondisi yang ada di masyarakat, ketiga melihat basis-basis di setiap tempat yang dikunjungi untuk menjalin komunikasi yang efektif agar tidak ada jarak antara pemimpin dengan rakyat.

Sumber 1
Sumber 2
Sumber 3


Tidak ada komentar:

Posting Komentar